Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

GMNI Sikka Desak Mabes Polri Turun Tangan, Dugaan Kekerasan Saat Demo Dilaporkan

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T09:34:03Z

 


Maumere, NTT, 23 Mei 2026Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka mendesak Mabes Polri turun tangan mengawasi proses penanganan dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya Ade Noni di Kabupaten Sikka.


Ketua DPC GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko, mengatakan pihaknya secara resmi telah melaporkan oknum anggota kepolisian bernama Paulus Charles Rondo ke Propam Polres Sikka atas dugaan kekerasan terhadap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Stefanus Bura.


Menurut Wilfridus, dugaan tindakan represif terhadap kader GMNI bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut sebelumnya kader GMNI bernama Ocang juga diduga mengalami penganiayaan saat aksi demonstrasi jilid pertama.


“Penganiayaan pertama terjadi terhadap Ocang pada aksi jilid pertama. Sekarang kembali terjadi terhadap Korlap aksi Stefanus Bura. Ini yang membuat kami menilai ada pola tindakan represif terhadap kader GMNI,” tegas Wilfridus Iko, Sabtu (23/5/2026).


GMNI mengungkapkan laporan resmi tersebut telah diterima langsung oleh Kasi Propam Polres Sikka, Fransiskus Somba. Selain itu, laporan serupa juga telah disampaikan ke Mabes Polri agar mendapat perhatian di tingkat pusat.


“Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri supaya prosesnya benar-benar diawasi dan ditindaklanjuti secara serius,” lanjutnya.


Dalam laporan tersebut, GMNI mengaku telah melampirkan sejumlah bukti berupa rekaman video, dokumentasi lapangan, dan keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian.


“Kami datang membawa aspirasi rakyat dan memperjuangkan keadilan atas meninggalnya Ade Noni. Tetapi sangat disayangkan karena mahasiswa justru diduga mendapat tindakan represif,” ungkap Wilfridus.


GMNI mendesak Kapolres Sikka, Kapolda NTT hingga Mabes Polri untuk memastikan proses hukum maupun kode etik terhadap oknum yang dilaporkan berjalan secara transparan apabila terbukti melakukan pelanggaran.


“Harapan kami jelas, harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Jangan sampai tindakan represif terhadap mahasiswa terus terjadi di Kabupaten Sikka,” tegasnya.


GMNI bahkan memberi ultimatum akan kembali turun melakukan aksi demonstrasi dengan massa lebih besar apabila laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian.


“Kalau tidak ada langkah tegas, maka kami bersama masyarakat dan elemen mahasiswa lainnya akan kembali turun ke jalan. Ini bentuk perlawanan terhadap tindakan represif,” tutupnya.

✒️: Albert Cakramento