Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Melki Laka Lena Lantik dan Kukuhkan Pejabat Eselon II NTT

Senin, 16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T08:24:59Z

 

Gubernur NTT Imanuel Melkiades Laka Lena bersama para pejabat pimpinan tinggi pratama usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Kupang, Senin (16/3/2026).

Kupang, NTT– Gubernur Nusa Tenggara Timur Imanuel Melkiades Laka Lena resmi melantik dan mengukuhkan puluhan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, Senin (16/3/2026) di Kupang.


Pelantikan pejabat eselon II NTT ini menjadi bagian dari penataan birokrasi dan redistribusi kepemimpinan di lingkup Pemerintah Provinsi NTT agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.


Kalau kata orang kampung:

Pergi ke pasar membeli ikan,

Ikan segar dibawa pulang.

Pejabat boleh datang bergantian,

Tapi kerja untuk rakyat jangan pernah hilang.


Begitulah kira-kira semangat yang ingin ditegaskan dalam pelantikan tersebut.


Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial.


“Pada kesempatan yang penuh makna ini, kita juga menyaksikan bersama proses re-alokasi dan re-distribusi kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelantikan ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kinerja, serta memastikan roda pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.”


Menurut Melki, birokrasi harus hadir sebagai pelayan masyarakat.

“Inilah bagian dari panggilan dan komitmen kita untuk terus menghadirkan birokrasi yang melayani dengan hati, bekerja dengan akal, dan bertanggung jawab kepada rakyat.”


Gubernur juga menyinggung perjalanan satu tahun pertama kepemimpinannya.


“Saat ini kita telah melewati tahun pertama kepemimpinan kami, yang kami dedikasikan sebagai tahun konsolidasi, penguatan fondasi pembangunan, serta percepatan program prioritas daerah.”


Fokus pembangunan diarahkan pada sektor strategis seperti:


  • pertanian
  • peternakan
  • perikanan
  • pariwisata
  • pembangunan sumber daya manusia


Kerja keras pemerintah bersama masyarakat, kata Melki, mulai menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.


Pada 2025, pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,44 persen, bahkan melampaui rata-rata nasional pada periode yang sama.


Sementara angka kemiskinan juga mulai menurun.

“Angka kemiskinan di NTT tercatat sekitar 17,50 persen pada September 2025, turun dari 18,60 persen pada Maret 2025.”


Namun demikian, berbagai tantangan masih harus dihadapi.


Pembangunan sumber daya manusia masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.


Data Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan sekitar 27 dari 100 balita di NTT masih mengalami stunting.


Selain itu rata-rata lama sekolah penduduk NTT baru sekitar 8,22 tahun, masih di bawah harapan lama sekolah yang mencapai 13,34 tahun.


Melki menegaskan bahwa para pejabat pimpinan tinggi pratama harus menjadi motor penggerak pembangunan.


“Saudara-saudara adalah jenderal lapangan dalam menerjemahkan visi misi dan tujuh pilar pembangunan NTT.”


Ia meminta setiap pimpinan perangkat daerah memantau program secara detail dan disiplin.


Target kerja harus jelas: bulanan, mingguan bahkan harian.


Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang aktif.


Menurutnya selama ini banyak capaian pembangunan yang belum diketahui masyarakat secara luas.


“Seluruh pimpinan perangkat daerah agar lebih proaktif dalam menyampaikan informasi mengenai program, kegiatan, serta capaian pembangunan kepada masyarakat.”


Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat dilantik menempati jabatan baru, di antaranya:


  1. Drs. Yusuf Larry Rupidara, MSI – Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan
  2. Linus Lusy, S.Pd., M.Pd – Kepala Dinas Koperasi dan UKM
  3. Ir. Yohanes Oktovianus, MM – Asisten Administrasi Umum Sekda NTT
  4. Ruth Diana Laiskodat – Kepala Dinas Kesehatan
  5. Henderine Sintiche Laiskodat – Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra
  6. Alexon Lumba – Asisten Pemerintahan dan Kesra
  7. Dr. Alfonsus Teodorus – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga
  8. Silvia Ratnawati Pekujawang – Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP
  9. drg. Iin Adriani – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB
  10. Kanisius H. M. Mau – Kepala Badan Kepegawaian Daerah
  11. Noldi Hosea Pelokila – Kepala Badan Kesbangpol
  12. Yosef Rasi – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  13. Doris Alexander Rihi – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  14. Frederik Christian Purwanto Koinunu – Kepala Dinas Perhubungan
  15. Sulastri H.I. Rasyid – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  16. Prisila Q Parera – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
  17. Victorius Manek – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
  18. Adi E. Andala – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
  19. Rosye Maria Hedwine – Kepala Dinas Sosial
  20. Mahadin Sibarani – Kepala Pelaksana BPBD
  21. Alexander Bertianus Koro – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
  22. Jose Selestino Martin Snaibuti – Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
  23. Adelino Dakrus Suarez – Kepala Biro Organisasi Setda NTT


Selain pelantikan pejabat baru, Gubernur NTT juga mengukuhkan sejumlah pejabat yang tetap melanjutkan tugas pada jabatan yang sama.


Mereka antara lain:

  1. Dr. Drs. Zet Libing, M.Si – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  2. Ir. Maxi Yain Erik Nenabu, MT – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah
  3. Ambrosius Kodo – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  4. Petrus Seran Tahu – Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan
  5. Benyamin Nahak, ST, MT – Kepala Dinas PUPR
  6. Joas Billy Umbu Wanda – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
  7. Alfonsius Waturaka – Sekretaris DPRD Provinsi NTT
  8. Drs. Benhard Meno, MT – Kepala Badan Keuangan Daerah
  9. Drs. Johan A. Bunmoloban, M.Si – Kepala Satpol PP
  10. Agustinus R. Sigasare, ST – Kepala Biro Umum Setda NTT
  11. Selvi Handayani Nange, S.Sos., M.Si – Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan
  12. dr. Stefanus Desoka – Direktur RSUD


Di akhir sambutannya, Melki menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi.


“Jabatan yang saudara-saudara emban hari ini bukanlah sekadar posisi, tapi ladang pengabdian dan kesempatan berbuat.”


Ia mengajak seluruh pejabat bekerja sama untuk mewujudkan NTT yang:

Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.


Ke Kupang membeli kain tenun,

Kain dipakai saat pesta adat.

Pejabat boleh datang dan turun,

Tapi kerja untuk rakyat harus tetap hebat.


Rotasi jabatan boleh saja terjadi, tetapi satu hal yang tak boleh berubah: tanggung jawab melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur.

✒️: kl