Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Kawal Obor Perdamaian ke Rote Ndao

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T02:02:00Z

 

Ketua Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT 2026, Simson Polin bersama pengurus pemuda GMIT, pimpinan klasis, dan koordinator teritori saat meninjau lokasi bersejarah Fiulain serta menggelar pertemuan persiapan penyambutan Obor Perdamaian Paskah di Kabupaten Rote Ndao.

Rangkaian Paskah Rote Ndao 2026 terus dimatangkan. Ketua Festival Paskah Pemuda Sinode GMIT 2026, Simson Polin, mengawal langsung persiapan, termasuk memastikan kesiapan seluruh klasis dalam menyambut Obor Perdamaian yang akan bergerak dari Belu hingga berakhir di Gereja Pertama Pulau Rote Fiulain, Desa Oebou.


Rote Ndao, NTT – Salah satu agenda utama dalam Paskah Rote Ndao 2026 adalah perjalanan Obor Perdamaian yang akan dimulai dari Klasis Belu pada 28 Maret 2026.


Obor ini akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Klasis TTU, Klasis So’e, Klasis Kupang Timur, Klasis Kota Kupang Timur, hingga Klasis Kota Kupang. Perjalanan ini menjadi simbol kuat bahwa pesan damai bergerak dari wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste menuju bagian selatan negeri.


Selanjutnya, pada 9 April 2026, obor akan diantar menggunakan Kapal Ferry Garda Maritim menuju Pulau Rote dan disambut di Klasis Pantai Baru serta Klasis Rote Timur.


Setelah tiba di Rote, Obor Perdamaian akan diarak menuju Klasis Lobalain, kemudian menuju puncak kegiatan di Fiulain, wilayah Klasis Rote Barat Daya.


Pada 10 April 2026, obor akan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao setelah upacara HUT ke-24 Kabupaten Rote Ndao.


Selanjutnya, obor akan dibawa menuju Gereja Pertama Pulau Rote Fiulain, Desa Oebou—lokasi bersejarah yang dikenal sebagai tempat pertama masuknya Injil dan pendidikan di Rote Ndao, yang dibawa dari Batavia oleh Foeh Mbura (Benjamin Messakh) sekitar tahun 1729.


Di lokasi ini, akan dilaksanakan refleksi Paskah di gereja tua dengan mimbar batu, yang akan dipimpin oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th.


Simson Polin menegaskan bahwa seluruh persiapan terus dimaksimalkan agar kegiatan berjalan lancar.


“Kami pastikan semua lokasi yang akan dikunjungi peserta pawai benar-benar siap, baik dari sisi jalur, keamanan, maupun kenyamanan. Ini penting supaya seluruh rangkaian kegiatan Paskah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).


Ia juga menekankan bahwa perjalanan Obor Perdamaian bukan sekadar seremoni.

“Obor ini bergerak dari Belu, wilayah perbatasan dengan Timor-Leste, lalu diterima di Rote sebagai wilayah paling selatan Indonesia. Ini menggambarkan bahwa pesan damai itu bergerak dari perbatasan hingga ke ujung selatan negeri,” jelasnya.


Menurutnya, Fiulain dipilih karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.

“Titik akhir di Gereja Fiulain Oebou bukan tanpa alasan. Ini adalah tempat bersejarah, saksi awal masuknya Injil dan pendidikan di Rote. Di situlah pesan damai ini kita akhiri secara simbolis,” tambahnya.


Ia berharap momentum Paskah Rote Ndao 2026 dapat dimaknai lebih dalam.

“Harapan kami, Paskah ini bukan hanya dirayakan, tetapi benar-benar dimaknai. Damai itu harus hidup dalam keseharian, bukan hanya dalam seremoni,” tutupnya.


Setelah refleksi di Fiulain, Obor Perdamaian akan dibawa menuju Klasis Rote Selatan, tepatnya di Titik Nol.


Di titik ini, obor akan disimpan sebagai simbol akhir perjalanan dengan pesan kuat:

“Dari Beranda Terselatan Nusantara untuk Indonesia, di tengah dunia yang terluka.”


Pesan ini menjadi refleksi bahwa dari wilayah paling selatan Indonesia, harapan dan damai tetap bisa dinyalakan untuk semua.


Momentum Paskah Rote Ndao 2026 pun menjadi pengingat bahwa persatuan, iman, dan kasih adalah fondasi utama kehidupan bermasyarakat.


Pertemuan tersebut melibatkan Ketua Klasis Lobalain Pdt. Mariana J.B.B. Nalle-Sirah, S.Th, Ketua Klasis Pantai Baru Pdt. Robi Kadafuk, S.Th, Ketua Klasis Rote Barat Daya Pdt. Ezry Pono, S.Th, serta Koordinator Teritori Pemuda Rote Ndao Reoriki Jacob Lazarus, S.Pd.


Perjalanan ini bukan sekadar lintasan obor, tetapi perjalanan nilai. Dari batas negeri hingga ujung selatan, damai terus dihidupkan.


Obor itu tidak hanya menyala.

Ia berjalan, membawa harapan.

Dari Belu hingga Rote.

Dan akhirnya, tinggal di hati.

✒️: kl