![]() |
| Kondisi jalan rusak parah di Dusun Batuleli, Desa Lidaloak, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, akibat hujan deras. Akses utama warga tampak berlubang, berbatu, dan dialiri air, menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari. |
Jalan rusak Batuleli Rote Ndao kembali menjadi sorotan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (19/3), menyebabkan akses utama warga lumpuh dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Hujan Datang, Jalan Ikut “Menyerah”
Rote Ndao,NTT – Hujan deras yang melanda Kabupaten Rote Ndao bukan hanya membawa genangan air, tetapi juga memperparah kondisi infrastruktur. Ruas jalan di Dusun Batuleli, Desa Lidaloak, Kecamatan Rote Tengah, kembali mengalami kerusakan serius.
Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kelurahan Onatali dengan sejumlah desa seperti Lidaloak, Lidamanu, Lidabesi, Maubesi, hingga Limakoli. Ketika jalan ini rusak, aktivitas warga otomatis ikut tersendat.
Kondisi jalan rusak Batuleli Rote Ndao kini semakin memprihatinkan. Lubang di berbagai titik, permukaan jalan yang licin, serta genangan air membuat jalan ini sulit dilalui, terutama saat hujan turun.
“Ini Nadi Kehidupan Kami”
Yusuf Sinlae, Mane Leo (ketua adat), menegaskan bahwa jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung biasa.
“Jalan ini adalah nadi kehidupan kami. Satu-satunya akses yang kami lalui setiap hari,” ujarnya kepada media ini, Kamis, 19/3/2016.
Dampak dari kerusakan ini sangat luas. Ibu hamil yang hendak ke puskesmas harus menghadapi risiko di perjalanan. Anak-anak sekolah berjalan di jalan berlubang dan licin. Para petani serta pelaku UMKM pun kesulitan mengangkut hasil dan barang dagangan.
Singkatnya, bukan cuma jalan yang rusak—ritme kehidupan warga pun ikut terganggu.
Warga tidak tinggal diam. Secara swadaya, mereka bergotong royong menambal jalan dengan material seadanya.
Namun, upaya tersebut hanya bertahan sementara.
Setiap kali hujan deras kembali turun, jalan yang sudah diperbaiki kembali rusak. Ibarat menimba air di ember bocor—ada usaha, tapi hasilnya cepat hilang.
Kondisi ini membuat warga merasa perlu adanya penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
Kerusakan jalan rusak Batuleli Rote Ndao tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga sektor penting lainnya:
Distribusi hasil pertanian terhambat,Aktivitas ekonomi masyarakat melambat,Anak-anak kesulitan mengakses pendidikan dan Layanan kesehatan menjadi tidak optimal
Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memperlambat pembangunan desa dan memperbesar kesenjangan wilayah.
Harapan masyarakat sederhana: perbaikan nyata.
“Sudah bertahun-tahun seperti ini. Kami butuh tindakan, bukan janji,” ungkap salah satu warga.
Bagi warga Batuleli, jalan yang layak bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Jalan yang rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur.
Ia adalah cermin dari perhatian—atau justru kelalaian.
Warga Batuleli sudah bersuara.
Kini, saatnya jawaban itu datang dalam bentuk nyata.
✒️: Eh
