Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

SMKN 6 Kupang Siapkan Lulusan Siap Kerja, Ada Coding hingga Bursa Kerja

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T08:21:37Z

 

Fasilitas pendidikan vokasi di SMKN 6 Kupang yang mencakup Bursa Kerja Khusus (BKK), ruang pelatihan coding dan desain, kelas migran, serta ruang produksi Teaching Factory sebagai upaya menyiapkan lulusan siap kerja.

Kupang, NTT, 5 Maret 2026— SMKN 6 Kupang menyiapkan lulusan siap kerja melalui berbagai program pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Program tersebut mencakup pelatihan coding, kegiatan produksi melalui teaching factory, hingga pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang menghubungkan alumni dengan perusahaan.


Kepala SMKN 6 Kupang, Lahtang, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa proses pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar di kelas hingga siswa tamat.


“Ya jadi kita kelola selama pendidikan, tidak hanya anak masuk sekolah dan mengikuti KBM sampai tamat, tetapi secara keseluruhan,” ujarnya.


Menurutnya, sekolah juga memberikan pelatihan tambahan kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan praktis mereka sebelum memasuki dunia kerja.


“Sekolah melakukan pelatihan, dan bapak ibu guru yang melatih itu hanya dihitung sebagai lembur kerja. Siapa yang membiayai mereka? Ya dari sekolah,” jelasnya.


Agar kegiatan tersebut tidak mengganggu proses belajar di kelas, sekolah menyiapkan ruang khusus untuk aktivitas produksi siswa.


“Supaya tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas, kami siapkan satu ruang khusus untuk ruang produksi,” katanya.


Ruang produksi tersebut menjadi tempat siswa mengembangkan berbagai minat, termasuk di bidang teknologi dan kreativitas digital.


“Minat-minat dari siswa ini kita lihat, misalnya yang memiliki minat coding atau produksi lainnya,” tambahnya.


Salah satu bentuk kegiatan praktik tersebut adalah Teaching Factory pada jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).


“Ya teaching factory-nya DKV. Karena kami sudah memproduksi beberapa produk, seperti papan nama dan lain sebagainya yang sudah dibuat,” ujarnya.


Produk-produk tersebut bahkan telah digunakan oleh masyarakat sehingga memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam dunia produksi.


Selain fokus pada keterampilan siswa, sekolah juga memberikan perhatian besar kepada alumni dengan memprioritaskan mereka dalam berbagai peluang kerja.

“Kalau bukan alumni memang tidak bisa. Karena prioritas kami adalah alumni,” katanya.


Pendampingan terhadap siswa bahkan tidak berhenti ketika mereka lulus dari sekolah.


“Pendampingan terhadap anak saat dia masuk sekolah sampai dia tamat, bahkan sampai dia bekerja. Pendampingan itu berjalan terus,” jelasnya.


Untuk memastikan lulusan SMK dapat terserap di dunia kerja, sekolah juga membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK).


“Bursa kerja khusus itu lembaga yang didirikan oleh sekolah untuk menyiapkan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” kata Lahtang.


Melalui lembaga tersebut, sejumlah perusahaan telah melakukan proses perekrutan langsung di lingkungan sekolah.


“Beberapa perusahaan sudah melakukan perekrutan di sini. Bahkan tesnya dilakukan di sini,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa sejumlah alumni telah berhasil direkrut melalui program tersebut.


“Ada yang direkrut delapan orang, ada juga dari Indomaret yang melakukan perekrutan di sini,” ujarnya.


Menurut Lahtang, program ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi dunia kerja.

“Dengan mereka tamat, langsung pasti bisa bekerja,” katanya.


Meski demikian, ia mengakui bahwa berbagai program tersebut masih terus dikembangkan. Namun ia optimistis dengan kerja sama yang terbangun di lingkungan sekolah.


“Memang ini baru memulai, tetapi saya sangat optimis dengan kerja sama yang baik dari semua tim kerja,” ujarnya.


Ia pun menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari proses membangun masa depan siswa.

“Lebih baik kita memulai daripada tidak memulai sama sekali,” tutupnya.

✒️: kl