Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

930 Ikut, 833 Siswa SMKN 1 Kupang Dinyatakan Kompeten—Sisanya Belum

Selasa, 21 April 2026 | April 21, 2026 WIB Last Updated 2026-04-21T04:28:05Z
Kepala SMKN 1 KupangMixon Abineno, dan Ketua LSP SMKN 1 KupangFrengky Lesiangi, saat memberikan arahan dalam kegiatan pembagian sertifikat kompetensi kepada siswa, disertai sesi foto bersama peserta yang dinyatakan kompeten, Selasa (21/4/2026).



Kota Kupang, NTT —Hasil Sertifikasi Kompetensi SMKN 1 Kupang akhirnya diumumkan. Dari total 930 siswa yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 833 siswa dinyatakan kompeten, sementara 91 siswa lainnya belum memenuhi standar.


Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cermin kesiapan lulusan SMK menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.


Uji kompetensi yang berlangsung pada 25–28 Februari 2026 ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMKN 1 Kupang, dengan mengacu pada standar nasional KKNI dan SKKNI.


Ketua LSP SMKN 1 Kupang, Frengky Lesiangi, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan hanya pelengkap administrasi.


“Ini bukan formalitas. Sertifikasi ini menentukan apakah siswa benar-benar siap kerja atau belum,” tegasnya.


Sebanyak 930 peserta berasal dari berbagai jurusan, antara lain:


  • AKL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga)
  • MPLB (Manajemen Perkantoran)
  • Pemasaran
  • Usaha Layanan Pariwisata
  • Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi


Dengan total 35 skema sertifikasi, setiap siswa diuji sesuai bidang keahliannya masing-masing.


Dari hasil uji kompetensi, sebanyak 833 siswa dinyatakan kompeten. Bahkan, 217 siswa berhasil lulus dua skema sekaligus, menunjukkan kemampuan di atas rata-rata.


Namun di sisi lain, 91 siswa belum kompeten, menjadi pengingat bahwa dunia kerja tidak bisa ditaklukkan tanpa kesiapan nyata.


Sebanyak 660 sertifikat telah dibagikan pada tahap pertama, sementara 173 sertifikat lainnya masih dalam proses penerbitan.


Kepala SMKN 1 Kupang, Mixon Abineno, memberikan pesan tegas kepada para siswa.


Menurutnya, sertifikat kompetensi bukan jaminan masa depan jika tidak diikuti peningkatan kemampuan.


“Sertifikat itu berlaku tiga tahun. Kalau tidak diasah, kalian bisa jadi tidak kompeten lagi,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa kelulusan bukan garis akhir.


“Ini bukan finish. Ini titik awal. Dunia kerja yang sesungguhnya ada di depan kalian,” tegasnya.


Program Sertifikasi Kompetensi SMKN 1 Kupang menjadi langkah nyata memastikan lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga bukti kemampuan yang diakui secara nasional.


Namun pesan yang paling kuat jelas:

sertifikat hanyalah alat legitimasi—skill nyata adalah penentu utama.


Mayoritas siswa telah memenuhi standar industri. Tapi tantangan sebenarnya baru dimulai setelah mereka meninggalkan bangku sekolah.


Di dunia kerja, bukan yang sekadar lulus yang bertahan—tetapi yang benar-benar kompeten.

✒️: kl