![]() |
| Ketua panitia, Jesica Sodakain, saat memberikan keterangan kepada media di Aula Eltari Kupang, Selasa (28/4/2026), terkait pelaksanaan lomba kreativitas dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. |
Kupang, NTT, 28 April 2026 —Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kupang tahun ini tampil berbeda. Tidak hanya sebatas seremoni, kegiatan ini kembali dihidupkan sebagai ruang ekspresi kreativitas guru dan siswa melalui berbagai lomba.
Ketua panitia, Jesica Sodakain, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangkitkan kembali semangat kreativitas yang sempat vakum.
“Kita ingin menghidupkan lagi hal-hal yang dulu pernah ada, yang sempat tidak terselenggara. Kreativitas guru dan siswa harus tetap ditampilkan,” ujarnya kepada media ini di Aula Eltari Kupang.
Kegiatan Hardiknas tahun ini menghadirkan berbagai lomba, yakni lomba gerak jalan indah, lomba fashion show guru, lomba dance pelajar, dan lomba solo antar guru se-Daratan Timur. Lomba-lomba tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.
“Dance antar pelajar melibatkan siswa, sementara fashion show dan solo melibatkan guru. Gerak jalan indah juga melibatkan siswa,” jelas Jesicaka
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Kupang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Atambua dan wilayah Timor lainnya. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut Hardiknas sebagai ajang kreativitas bersama.
Dari data panitia, jumlah peserta cukup signifikan:
- Fashion show: 45 peserta
- Lomba solo: 36 peserta
- Gerak jalan indah: 18 peserta
- Dance pelajar: 8 peserta
Meski persiapan hanya dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu, kegiatan ini tetap berjalan dengan semangat kebersamaan.
“Kegiatan ini dari kita dan untuk kita. Tidak ada biaya pendaftaran. Semua peserta datang karena kesadaran dan keinginan untuk menampilkan bakat mereka,” katanya.
Menurut Jesica, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan inovasi dan kreativitas di dunia pendidikan.
“Kita tidak mau pendidikan hanya dilihat dari dalam kelas. Di luar kelas juga ada kreativitas dan inovasi yang harus ditampilkan,” ujarnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali aktivitas kreatif di kalangan guru dan pelajar.
Di akhir penyampaiannya, Jesica mengajak seluruh guru dan siswa untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga inovator. Siswa juga harus terus mengeksplor kemampuan yang dimiliki. Tetap semangat dan terus berkarya,” pesannya.
✒️: kl
