![]() |
| Bibit pisang “Banteng” yang dibagikan secara simbolis kepada pengurus PAC PDIP Sikka serta momen penyampaian filosofi kader oleh Ketua DPD PDIP NTT dalam acara pelantikan. |
Maumere, NTT, 29 April 2026 – Istilah “Pisang Banteng” menjadi salah satu sorotan dalam pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sikka.
Ungkapan tersebut disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, sebagai simbol karakter ideal yang harus dimiliki setiap kader partai.
Dalam arahannya, Yunus menjelaskan bahwa “Pisang Banteng” bukan sekadar istilah, melainkan filosofi ketahanan dan kebermanfaatan yang diambil dari kearifan lokal.
“Pisang Banteng itu tidak mudah kena virus, kuat, dan bisa diolah menjadi apa saja. Kader juga harus begitu—tahan banting, kuat, dan selalu bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya di hadapan para kader yang baru dilantik.
Menariknya, dalam momentum pelantikan tersebut, “pisang banteng” juga secara simbolis akan dibagikan kepada setiap PAC untuk dibawa pulang dan ditanam di wilayah masing-masing sebagai pengingat nilai ketahanan dan kerja politik berbasis rakyat.
Langkah ini dimaknai bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga pesan agar setiap kader menumbuhkan semangat kerja yang berakar dari masyarakat dan tumbuh memberi manfaat jangka panjang.
Filosofi tersebut menekankan bahwa kader partai tidak boleh rapuh terhadap tekanan politik, perubahan zaman, maupun dinamika internal organisasi. Sebaliknya, kader dituntut untuk adaptif, produktif, dan tetap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.
Dengan mengangkat simbol lokal tersebut, PDI Perjuangan Sikka menegaskan kembali pentingnya membangun karakter politik yang kuat, membumi, dan dekat dengan realitas masyarakat.
