Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

“Kami Tidak Minta Banyak, Hanya Ingin Hidup”: Jeritan Pedagang Wuring Minta Pasar PNPM Dibuka Kembali

Selasa, 14 April 2026 | April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T05:01:46Z

 

Ratusan pedagang Wuring mengikuti pertemuan bersama pemerintah setempat di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Selasa (14/4/2026), menyuarakan tuntutan agar Pasar PNPM dibuka kembali sebagai solusi keberlangsungan ekonomi mereka.

Maumere, NTT— Pedagang Wuring di Kabupaten Sikka menyampaikan jeritan hati mereka di tengah rencana penataan kawasan yang kian intensif. Melalui surat terbuka, para pedagang meminta pemerintah membuka kembali Pasar PNPM sebagai solusi nyata agar mereka tetap bisa bertahan hidup.


Situasi di kawasan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, semakin memanas. Ratusan pedagang kecil yang selama ini berjualan di bahu jalan kini berada dalam tekanan, menyusul himbauan penertiban dari pemerintah.


Dalam surat terbuka yang beredar, pedagang Wuring menggambarkan kehidupan mereka yang penuh perjuangan. Setiap hari dimulai sebelum fajar, berjalan dalam gelap, dan berharap dagangan sederhana bisa menjadi penyambung hidup keluarga.


“Kami bukan sekadar pedagang. Kami adalah orang tua yang berjuang agar anak-anak kami tidak tidur dalam keadaan lapar,” tulis mereka.


Bagi para pedagang, Pasar PNPM bukan hanya tempat berjualan. Ia adalah ruang hidup yang memberi kepastian ekonomi.


Sejak tidak lagi difungsikan, para pedagang mengaku kehilangan arah. Mereka tidak hanya kehilangan tempat berdagang, tetapi juga kehilangan harapan.

“Yang hilang bukan hanya tempat jualan, tapi juga harapan kami,” ungkap isi surat tersebut.


Kini, pedagang Wuring bertahan di sepanjang Jalan Wuring, menghadapi panas, hujan, serta ketidakpastian yang terus menghantui.


Upaya relokasi ke sejumlah lokasi seperti Pasar TPI, pasar tingkat, hingga Pasar Alok dinilai belum efektif.


Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pembeli di lokasi baru. Bahkan, tidak sedikit yang harus pulang tanpa hasil setelah seharian berjualan.


“Di Pasar Alok kami sering pulang tanpa hasil. Kami hanya ingin tempat yang memungkinkan kami tetap hidup,” keluh salah satu pedagang.


Sekitar 150 pedagang tercatat terdampak langsung dalam kondisi ini.


Menariknya, pedagang Wuring tidak menolak penataan yang dilakukan pemerintah. Mereka memahami pentingnya keteraturan kota.


Namun, mereka berharap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada keberlangsungan hidup masyarakat kecil.


Tuntutan mereka jelas: membuka kembali Pasar PNPM.

“Kami tidak meminta banyak. Kami hanya ingin diberi kesempatan untuk bekerja dan menghidupi keluarga kami,” tulis mereka.


Persoalan Pedagang Wuring kini bukan sekadar penataan wilayah, melainkan soal keberlangsungan hidup. Kebijakan yang diambil akan menentukan apakah masyarakat kecil tetap bertahan atau semakin terpinggirkan.


Ketika ruang hidup dipersempit, yang tersisa hanyalah harapan—dan harapan itu kini menunggu untuk didengar.


✒️: Albert Cakramento