Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kematian Lucky dan Delfi Dipertanyakan, Ormas Desak Usut Tuntas

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T22:01:40Z

 

Korban salah satu dari dua pemuda yang meninggal dunia di NTT, dengan luka serius pada bagian wajah dan kepala, yang memicu dugaan kuat adanya unsur kekerasan dan bukan kecelakaan tunggal.

Kota Kupang, NTT, 16 April 2026–Kasus meninggalnya dua pemuda, Lucky Sanu dan Delfi Foes, menuai sorotan publik setelah muncul sejumlah kejanggalan yang memicu pertanyaan atas penyebab kematian keduanya.


Organisasi masyarakat Garda Triple X Dlobamora secara resmi menyampaikan pernyataan sikap dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, transparan, dan profesional.


Ketua Umum Garda Triple X Dlobamora, Narki Hari, menyatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah hal yang tidak sejalan antara kesimpulan awal dengan fakta yang terungkap di lapangan.


“Awalnya disampaikan sebagai kecelakaan tunggal, namun setelah kami telusuri lebih dalam, terdapat indikasi yang perlu didalami lebih serius,” ujarnya.


Kejanggalan tersebut diperkuat dengan hasil otopsi terhadap kedua korban yang menunjukkan adanya luka berat yang dinilai tidak lazim.


Pada tubuh Lucky Sanu ditemukan sejumlah luka serius, di antaranya rahang patah, tulang rusuk kiri dan kanan masing-masing patah empat, serta tulang belikat yang juga mengalami patah.


Sementara itu, Delfi Foes mengalami luka yang lebih parah, seperti beberapa gigi hilang, tengkorak kepala pecah, rahang patah, serta rongga mata kiri retak.


Menurut Narki, pola luka tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait penyebab kematian yang sebenarnya.


Atas temuan tersebut, Garda Triple X Dlobamora mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.


Mereka juga meminta agar seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pihak keluarga korban serta tenaga ahli independen guna memastikan objektivitas.


Selain itu, ormas tersebut juga meminta adanya pengawasan dari lembaga eksternal seperti Komnas HAM, Kompolnas, dan Divisi Propam Polri.


Langkah ini dinilai penting untuk menjaga transparansi dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.


Narki juga menyoroti penanganan awal oleh pihak terkait yang dinilai perlu dievaluasi, mengingat adanya perbedaan antara hasil awal dengan temuan terbaru.


Garda Triple X Dlobamora menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.


“Kami percaya aparat penegak hukum mampu bekerja profesional. Yang kami harapkan adalah kebenaran yang utuh,” tegas Narki.


Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut kepastian hukum serta keadilan bagi korban dan keluarga.


Ketika fakta dipertanyakan, pengusutan yang transparan menjadi satu-satunya jalan menuju keadilan.

✒️: Eh