Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ngaku di Atambua, Nomor dan KTP Beda—Modus Motor Murah di Kupang Rugikan Korban Rp1 Juta

Kamis, 30 April 2026 | April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T02:33:16Z

 

Penipuan jual beli motor murah di Kupang, korban transfer Rp1 juta. Pelaku pakai identitas berbeda dan janji motor dikirim.

Kupang, NTT, 30 April 2026 — Dugaan penipuan berkedok penjualan sepeda motor murah kembali terjadi di Kota Kupang. Seorang perempuan berstatus janda dilaporkan mengalami kerugian setelah mentransfer uang kepada pelaku yang mengaku menjual motor seharga Rp3 juta.


Pelaku berkomunikasi menggunakan nomor +62 813-1284-9487 dan mengaku berada di wilayah Atambua untuk meyakinkan korban. Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta uang tanda jadi sebesar Rp1 juta sebagai syarat pengiriman motor.


Setelah transfer dilakukan, motor yang dijanjikan belum juga diterima. Saat dihubungi kembali, pelaku menyatakan bahwa motor sedang dalam perjalanan. Namun hingga saat ini, kendaraan tersebut belum diterima korban.


Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukan perbedaan antara identitas yang digunakan pelaku. Nomor telepon yang dipakai terdeteksi dengan nama berbeda melalui aplikasi identifikasi kontak, sementara pelaku juga mengirimkan foto KTP dengan nama lain untuk meyakinkan korban.


Ketika korban menyampaikan rencana untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, pelaku justru memberikan respons menantang.


“Apa urusannya dengan kamu… ok saya tunggu… jangan tidak dilapor ke Polda ya… saya mau lihat sebatas mana kemampuanmu,” tulis pelaku melalui pesan singkat.


Respons tersebut semakin memperkuat dugaan adanya unsur penipuan dalam kasus ini.


Korban mengalami kerugian sebesar Rp1 juta dan berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, termasuk ke Polda NTT, untuk ditindaklanjuti secara hukum.


Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap penawaran barang dengan harga tidak wajar, serta tidak mudah percaya pada transaksi tanpa verifikasi yang jelas.


Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku penipuan kini tidak hanya menggunakan identitas yang diduga tidak sesuai, tetapi juga berani menantang korban saat hendak melapor.

✒️: kl