Kota Kupang, NTT— Program Bantuan Pangan Kota Kupang resmi diluncurkan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kelurahan Nefo Naek, Kecamatan Kota Lama, Rabu (1/4/2026), dengan jumlah penerima yang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan pangan tahun 2026 mencapai 39.809 orang, meningkat dari sekitar 21.000 orang pada tahun 2025.
Kenaikan ini menunjukkan upaya pemerintah memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kebutuhan perlindungan sosial di tengah dinamika ekonomi.
Tidak hanya jumlah penerima yang bertambah, cakupan program juga diperluas. Jika sebelumnya hanya menjangkau desil 1 hingga 3, kini bantuan menyasar hingga desil 4.
Langkah ini diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum terakomodasi, terutama mereka yang berada pada kategori rentan.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa bantuan pangan bukan hanya soal distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menyangkut martabat dan ketahanan keluarga.
“Pangan itu bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga soal martabat dan ketahanan keluarga. Kalau keluarga kuat, masyarakat juga akan kuat,” ujarnya.
Menurutnya, program ini sangat relevan di tengah tekanan ekonomi yang terjadi saat ini.
“Bantuan ini membantu meringankan beban bapak dan mama dalam memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus menjaga inflasi harga,” jelasnya.
Pemerintah Kota Kupang juga memberikan apresiasi kepada Perum Bulog Kanwil NTT atas perannya dalam mendukung kelancaran program bantuan pangan.
“Pemerintah sangat membutuhkan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan,” tegas dr. Christian Widodo.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen dalam membangun ketahanan pangan.
“Kalau mau jalan cepat bisa sendiri, tapi kalau mau jalan jauh harus bersama-sama,” katanya.
Program Bantuan Pangan Kota Kupang diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial.
Ketika bantuan menjangkau lebih banyak warga, harapannya bukan sekadar bertahan—tetapi perlahan bangkit dan semakin kuat.
✒️: kl
