![]() |
| Pengembangan tanaman sorgum di Kabupaten Rote Ndao, NTT, yang ditargetkan mencapai 1.000 hektare sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan daerah. Foto kanan: narasumber dalam kegiatan terkait pengembangan sorgum. |
Kota Kupang, NTT – Rote Ndao disiapkan menjadi pusat produksi sorgum di NTT dengan target pengembangan hingga 1.000 hektare sebagai langkah strategis menuju kemandirian pangan. Program ini melibatkan pemerintah daerah, diaspora, BRIN, serta Sejahtera Sorghum Foundation (SSF) yang juga menjamin pemasaran hasil panen petani.
Kepada media ini, Sekretaris Diaspora Rote Ndao, Hengky Mesang, Rabu (15 April 2026), di Kota Kupang, menjelaskan bahwa program pengembangan sorgum ini merupakan gerakan bersama lintas sektor yang mencakup produksi, jaminan pasar, hingga hilirisasi.
“Pengembangan sorgum di Rote Ndao ini menjadi bagian penting menuju kemandirian pangan di NTT. Ini bukan hanya program biasa, tetapi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak,” ujar Hengky.
Ia menjelaskan bahwa dalam Zoom Meeting yang dilaksanakan pada 13 April 2026 tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Nurmahmudi Ismail, MSc sebagai periset di BRIN dan mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan, serta Muhamad Rivai sebagai Pembina Utama Sejahtera Sorghum Foundation (SSF).
Selain itu, perwakilan SSF NTT, Joan Elisabeth, turut terlibat dalam pembahasan, khususnya terkait jaminan pemasaran hasil panen dan dukungan teknis kepada petani.
Dalam pertemuan tersebut disepakati sejumlah poin strategis, yakni mematenkan sorgum lokal asal Rote sebagai komoditas unggulan daerah, serta pengembangan dan perluasan lahan sorgum pada musim tanam tahun ini menjadi 200 hektare yang selanjutnya ditargetkan meningkat hingga 1.000 hektare.
Selain itu, Rote Ndao diarahkan sebagai pusat sentra produksi sorgum di NTT sesuai komitmen Pemerintah Provinsi NTT saat audiensi bersama Diaspora dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
“Program ini juga sudah menjadi bagian dari komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat pertemuan dengan Diaspora. Artinya, ini bukan sekadar wacana, tapi sudah masuk arah kebijakan daerah,” tegasnya.
Dari sisi pemasaran, Sejahtera Sorghum Foundation (SSF) menjamin seluruh hasil produksi sorgum berupa gabah akan terserap pasar dengan harga standar nasional, sehingga petani tidak dirugikan.
Pengembangan juga diarahkan pada teknologi pasca panen menuju hilirisasi melalui sistem integrated farming, di mana hasil panen akan diolah menjadi beras dan tepung sorgum, serta didukung dengan penyediaan mesin pengolahan yang akan difasilitasi oleh SSF.
Bupati Rote Ndao dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dari SSF, BRIN, dan AGRIVEST dalam pengembangan sorgum di daerahnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah masa panen, untuk wilayah yang memiliki sumber air akan dilakukan penanaman lanjutan dengan bantuan mesin pompa air, sementara wilayah yang tidak memiliki sumber air akan menyesuaikan dengan musim hujan.
Pemerintah Daerah Rote Ndao melalui Dinas Pertanian juga akan memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
Selain itu, dari total lahan yang ada, sebanyak 15 hektare telah digunakan untuk konsumsi, serta telah ditanam benih jenis Bioguma 2 seluas 2 hektare yang diharapkan dapat dikembangkan hingga minimal 200 hektare.
Hengky juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat SSF akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Diaspora For Ronda NTT terkait pembelian hasil produksi, supervisi, dan bantuan teknis lainnya.
SSF juga berencana mengundang Menteri Kebudayaan untuk hadir dalam kegiatan panen raya, serta diharapkan Pemerintah Provinsi NTT dapat mengundang Kementerian Pertanian dan anggota DPR RI untuk bersama-sama menghadiri panen tersebut.
Di akhir kegiatan, turut hadir dan terlibat dalam Zoom Meeting tersebut Ketua Diaspora NTT Drs. Alfred Zakharias, M.Sc, serta sejumlah pengurus Diaspora For Ronda NTT yakni Elsye Pandie, SH., M.Hum, Ir. Beny Ndaumanu, Drs. Dicky Amalo, MM, Jab Malelak, SH, Roby Dami, dan Imanuel Zacharias.
Pengembangan sorgum di Rote Ndao menjadi langkah nyata dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat NTT.
Dari lahan kering Rote, arah besar kemandirian pangan NTT mulai dibangun.
✒️: kl
