A
![]() |
| Audiensi SDIT Rabbani bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka di Aula Frans Seda sebagai persiapan kegiatan Wisata Literasi di Kota Maumere, April 2026. |
Maumere, NTT – Upaya membangun budaya literasi sejak dini terus dilakukan secara kreatif dan nyata. SDIT Rabbani Maumere di bawah naungan Yayasan Safora Sejahtera akan menggelar kegiatan Wisata Literasi SDIT Rabbani Maumere pada Kamis, 23 April 2026.
Program ini bukan sekadar kegiatan luar kelas, melainkan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang membawa siswa langsung bersentuhan dengan dunia nyata. Dalam kegiatan ini, para siswa akan mengunjungi tiga titik penting di Kota Maumere, yakni Gramedia, Kantor Bupati Sikka, serta Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Kepala SDIT Rabbani, Yanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Wisata Literasi SDIT Rabbani Maumere dirancang untuk mengubah cara pandang siswa terhadap proses belajar.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Mereka perlu melihat secara langsung bagaimana buku, perpustakaan, dan bahkan lembaga pemerintahan memiliki peran penting dalam membangun pengetahuan,” ungkapnya.
Sebanyak 20 siswa akan terlibat dalam kegiatan ini dengan pendampingan 7 orang guru. Para peserta akan diajak menjelajahi dunia literasi secara nyata—mulai dari mengenal buku di toko literasi, memahami fungsi pemerintahan daerah, hingga melihat langsung sistem pelayanan perpustakaan modern.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mengalami, memahami, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai langkah awal, pihak sekolah telah melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang turut didampingi Kabid Pengembangan Perpustakaan Yos Sudarso dan Kabid Pembinaan Arsip Willy Franiko. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Frans Seda dalam suasana yang konstruktif dan penuh dukungan.
Very Awales memberikan apresiasi atas inisiatif Wisata Literasi SDIT Rabbani Maumere yang dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun generasi literat.
“Literasi hari ini bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana anak-anak mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan membentuk karakter. Kegiatan seperti ini adalah investasi penting bagi masa depan daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam dunia pendidikan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan literasi menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan bijak.
Melalui Wisata Literasi SDIT Rabbani Maumere, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang cinta membaca, terbuka terhadap pengetahuan, dan siap menghadapi dunia yang terus berubah.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan.
Dari ruang kelas ke dunia nyata, literasi tidak lagi sekadar teori—ia hidup, bergerak, dan tumbuh bersama langkah kecil anak-anak menuju masa depan yang lebih cerdas.
