Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Kupang: Tanpa Harapan, Manusia Sudah Mati—Pesan Kuat di Jalan Salib GMIT

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T12:36:21Z

 

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri dan memberikan sambutan dalam prosesi Jalan Salib ke-10 yang diselenggarakan Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia, Kamis (2/2/2026). Prosesi ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kehidupan Kita” dan melibatkan peran aktif generasi muda dalam penghayatan iman.

Wali Kota Kupang Jalan Salib GMIT menjadi sorotan saat dr. Christian Widodo menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya harapan dalam prosesi ke-10 yang digelar Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia, Kamis (2/2/2026).


Kota Kupang, NTT— Kegiatan bertema “Kristus Bangkit Membarui Kehidupan Kita” ini berlangsung khidmat dan diikuti ratusan pemuda serta jemaat dari berbagai wilayah di Kota Kupang. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang Jalan Salib GMIT tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga membawa refleksi mendalam yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.


Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan pesan yang menjadi sorotan utama. Ia menegaskan bahwa harapan adalah hal paling mendasar dalam kehidupan manusia.


Ia menggambarkan bahwa manusia masih bisa bertahan tanpa makan dan minum dalam waktu tertentu, bahkan tanpa bernapas dalam hitungan menit, namun tidak dengan kehilangan harapan.

“Kalau orang tanpa harapan, sesungguhnya dia sudah mati saat itu juga,” tegasnya.


Pesan kuat ini menjadi inti dari Wali Kota Kupang Jalan Salib GMIT, sekaligus mengingatkan bahwa harapan adalah kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan hidup.


Ia juga menegaskan bahwa prosesi Jalan Salib bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam.


Menurutnya, Jalan Salib adalah refleksi perjalanan hidup manusia yang penuh pengorbanan, penderitaan, dan rintangan, namun selalu berujung pada harapan dan kebangkitan.

“Di ujungnya selalu ada harapan dan kebangkitan,” ujarnya.


Setiap Orang Punya ‘Salib’


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kehidupan masing-masing.


Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki “salib” atau tantangan yang berbeda, baik sebagai mahasiswa, pelayan gereja, maupun sebagai pemimpin.

“Apakah kita masih berani berdiri tegak dan memikul salib kita masing-masing?” katanya. 


Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi generasi muda untuk tetap kuat dalam menghadapi realita kehidupan.


Dalam pesannya, ia juga menegaskan bahwa pemuda bukan hanya penentu masa depan, tetapi juga penentu arah masa kini.


Mengutip Bung Karno, ia menekankan pentingnya peran pemuda saat ini.

“Berikan saya 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia,” ujarnya.


Pemuda GMIT Kupang diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di tengah masyarakat.


Christian Widodo juga menyinggung tentang keberanian yang sering disalahartikan.


Menurutnya, keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, tetapi kemampuan untuk tetap melangkah meski dalam ketakutan.


“Orang berani itu bukan tanpa rasa takut, tetapi yang mampu melangkah dengan rasa takutnya,” jelasnya.


Pesan ini memperkuat makna Wali Kota Kupang Jalan Salib GMIT sebagai ruang pembentukan karakter dan mental generasi muda.


Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Kupang melalui Wali Kota juga memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk kegiatan tersebut.


Dana tersebut akan dicairkan sesuai mekanisme anggaran daerah.


Prosesi Jalan Salib ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi yang menegaskan pentingnya harapan, keberanian, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.


Ketika harapan masih ada, maka seberat apa pun salib, hidup tetap punya arah. 

✒️: kl