Kupang,NTT- Mantan Wakil Ketua KONI NTT Bidang Bina Prestasi, Dr. Sam Haning, SH., MH., angkat bicara terkait polemik pemberhentian atau “dirumahkannya” sejumlah pegawai di lingkungan Sekretariat KONI NTT. Bahkan, ia mengaku siap memberikan pekerjaan kepada empat pegawai yang terdampak kebijakan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya terhadap nasib mereka.
Pernyataan itu disampaikan Sam Haning kepada wartawan di Kupang, Kamis, 21 Mei 2026. Ia mengaku prihatin terhadap kondisi para pegawai yang selama ini telah mengabdi cukup lama di KONI NTT namun kini harus kehilangan pekerjaan.
Menurutnya, para pegawai tersebut selama bertahun-tahun telah bekerja dan melayani pengurus KONI dengan baik. Karena itu, ia merasa terpanggil untuk membantu mereka agar tetap memiliki penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya prihatin karena mereka sudah bekerja sekian lama. Ada yang puluhan tahun mengabdi di KONI NTT. Ketika mereka dirumahkan, ada yang telepon saya sambil menangis,” ujar Sam Haning.
Ia mengaku langsung menghubungi beberapa pegawai yang terdampak dan menawarkan pekerjaan kepada mereka.
“Saya bilang kepada mereka, hapus air mata kalian. Kalau soal pekerjaan, empat orang saya masih mampu kasih kerja. Saya siap tampung mereka kalau memang mau bekerja bersama saya,” katanya.
Sam Haning menegaskan bahwa sikap yang diambilnya bukan untuk memperkeruh suasana ataupun menyerang pihak tertentu di KONI NTT. Ia lebih melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan dan kondisi sosial ekonomi para pegawai yang kehilangan mata pencaharian.
Menurutnya, ketika seseorang diberhentikan dari pekerjaan, dampaknya bukan hanya kepada individu tersebut, tetapi juga terhadap kehidupan keluarga mereka.
“Kita juga harus melihat status sosial dan kehidupan mereka. Ketika penghasilan berhenti, tentu kehidupan keluarga mereka terganggu. Itu yang saya pikirkan,” tegasnya.
Meski demikian, Sam Haning berharap polemik terkait pemberhentian pegawai di KONI NTT tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan konflik baru di internal organisasi olahraga tersebut.
Ia mengaku tetap menghormati Ketua Umum KONI NTT beserta jajaran pengurus saat ini, termasuk Wakil Ketua KONI NTT Dr. Jony Asadoma yang disebutnya sebagai sahabat dan saudara.
“Saya tidak mau ada polemik lagi. Ketua Umum KONI NTT dan pengurus lainnya adalah teman dan saudara saya. Karena itu persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dan damai,” ujarnya.
Sam Haning juga berharap apabila nantinya para pegawai yang dirumahkan kembali dipekerjakan di KONI NTT, maka hal tersebut akan menjadi kabar baik bagi semua pihak.
Namun jika tidak, ia menegaskan tetap membuka pintu bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan.
“Kalau mereka kembali bekerja di KONI tentu saya bersyukur. Tapi kalau tidak, saya tetap siap membantu mereka. Yang penting mereka mau bekerja,” tandasnya.
✒️: kl
