Kupang, NTT— Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., merespons positif gagasan pembangunan Kawasan Bisnis Terpadu Sirkuit Multifungsi Flobamora NTT. Kawasan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan olahraga otomotif, pariwisata, perdagangan, pendidikan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Respons itu mengemuka dalam pertemuan Yosef Lede dengan tim penggagas yang terdiri atas Leopold Therick, Donny Famdale, dan Martinus Aris Sengaji. Dalam pertemuan tersebut, tim mempresentasikan konsep pengembangan kawasan yang diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kupang.
Salah satu agenda yang dibahas ialah peluang mengakomodasi rencana pengembangan kawasan dalam perubahan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Kupang, sesuai ketentuan yang berlaku. Lokasi yang diusulkan juga mendapat respons positif dari Bupati sebagai bagian dari pembahasan awal.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara penggagas dan pemerintah daerah. Tahap selanjutnya mencakup kajian tata ruang, penyiapan aspek teknis, serta penjajakan kerja sama dengan calon investor.
Sirkuit Multifungsi Flobamora NTT dirancang tidak hanya sebagai fasilitas perlombaan otomotif, tetapi juga sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan kegiatan olahraga, rekreasi, pariwisata, dan bisnis.
Konsep yang dipresentasikan meliputi fasilitas balap motor road race, drag race, gokart, sekolah balap, supermoto, MXGP, off-road, dan grasstrack. Kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi hotel, guest house, fasilitas pertemuan dan pameran atau meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), pusat kuliner, area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ruang untuk festival perdagangan dan hiburan.
Melalui integrasi berbagai fasilitas itu, aktivitas ekonomi diharapkan tidak hanya berlangsung ketika perlombaan digelar. Kegiatan pendidikan keterampilan, penyewaan fasilitas, pameran, rekreasi, dan usaha komersial juga berpotensi menjadi sumber aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Bagi Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur, rencana tersebut membuka peluang untuk memperluas lapangan kerja, memperluas pasar produk UMKM, dan mendorong pertumbuhan usaha lokal. Kawasan ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik daerah sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan olahraga dan pariwisata.
Meski demikian, potensi tersebut masih perlu dibuktikan melalui studi kelayakan yang komprehensif. Kajian itu mencakup analisis pasar, kebutuhan investasi, dampak lingkungan, proyeksi pendapatan, dan model bisnis yang realistis.
Respons positif Bupati Kupang menjadi langkah awal dalam proses pengembangan proyek. Namun, dukungan tersebut belum dengan sendirinya menjamin pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Realisasi proyek membutuhkan kepastian status dan pemanfaatan lahan, kesesuaian tata ruang, pemenuhan persyaratan lingkungan, kajian teknis, serta perizinan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan instansi terkait juga diperlukan apabila rencana pengembangan kawasan melibatkan kewenangan lintas pemerintahan.
Bagi calon investor, kejelasan aspek tersebut menjadi dasar untuk menilai risiko, prospek pasar, keberlanjutan operasional, dan potensi pengembalian investasi.
Karena itu, tim penggagas perlu menyiapkan dokumen perencanaan dan penawaran investasi yang terukur. Dokumen tersebut antara lain memuat tahapan pembangunan, kebutuhan pendanaan, skema pengelolaan, sumber pendapatan, serta pola kemitraan yang memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, investor, dan masyarakat.
Pemerintah daerah memiliki peran dalam memfasilitasi proses sesuai kewenangannya, termasuk memastikan kesesuaian rencana dengan kebijakan tata ruang. Sementara itu, penggagas dan calon mitra usaha perlu membuktikan kelayakan proyek melalui perencanaan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertemuan Leopold Therick, Donny Famdale, dan Martinus Aris Sengaji dengan Bupati Yosef Lede menjadi titik awal penjajakan pengembangan Sirkuit Multifungsi Flobamora NTT.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi rencana pembangunan yang konkret melalui koordinasi dengan pemerintah, kajian teknis, kepastian tata ruang, dan penjajakan investasi.
Apabila seluruh tahapan dapat dipenuhi dan proyek dinyatakan layak, kawasan ini berpotensi berkembang menjadi pusat kegiatan yang mempertemukan investasi, olahraga otomotif, pariwisata, perdagangan, dan pendidikan keterampilan.
Pada akhirnya, keberhasilan Sirkuit Multifungsi Flobamora NTT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga oleh keberlanjutan pengelolaan, kemampuan menarik kegiatan dan pengunjung, serta dampak ekonominya bagi masyarakat.
Dengan perencanaan yang matang dan tata kelola profesional, proyek ini berpeluang menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi Kabupaten Kupang sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
✒️: kl
