KUPANG, NTT– Ketua DPD PSI Kota Kupang yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT, Filmon Loasana, SE., M.A.P, menegaskan bahwa posyandu merupakan garda terdepan dalam penanganan stunting dan pelayanan kesehatan ibu serta anak di masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menyerahkan bantuan sarana dan kebutuhan gizi kepada Posyandu Mawar, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Bantuan yang diberikan berupa meja, kursi, susu, telur, alat tensi darah, dan timbangan untuk mendukung operasional posyandu dalam pelayanan kepada ibu hamil dan balita.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Posyandu Mawar, Ibu Mince Bistolen, didampingi kader posyandu, Ibu Yanti Tlonael.
Menurut Filmon, keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik sekaligus menjadi ujung tombak pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
“Posyandu adalah garda terdepan kesehatan ibu dan anak, jadi harus kita perkuat sarana dan prasarananya,” tegas Filmon.
Ia menjelaskan, bantuan alat kesehatan dan tambahan gizi tersebut diharapkan dapat membantu kader posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Alat tensi dan timbangan ini supaya pemeriksaan balita lebih akurat, sementara susu dan telur untuk membantu tambahan gizi anak-anak,” ujarnya.
Filmon juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela melayani masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita. Menurutnya, dedikasi kader menjadi salah satu kekuatan utama dalam upaya pencegahan stunting di Kota Kupang.
Ketua Posyandu Mawar, Ibu Mince Bistolen, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia mengaku sejumlah fasilitas posyandu sebelumnya sudah mengalami kerusakan dan kurang layak digunakan.
“Kami sangat bersyukur. Meja dan kursi sudah lama rusak, timbangan juga tidak akurat. Dengan bantuan ini pelayanan kami pasti lebih baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan kader posyandu, Ibu Yanti Tlonael. Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk rutin datang ke posyandu membawa anak-anak mereka.
“Kalau alatnya lengkap, ibu-ibu pasti lebih semangat bawa anak timbang,” katanya.
Filmon Loasana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program kesehatan berbasis masyarakat serta memastikan anggaran pemerintah daerah berpihak pada penanganan stunting dan penguatan posyandu di Nusa Tenggara Timur.
✒️: kl
