Maumere, NTT, 10 Mei 2026 — Jamu tradisional kini tak lagi dipandang sebagai minuman kuno yang kalah bersaing dengan produk modern. Di tangan kreatif siswa-siswi Jurusan Farmasi SMK Santa Mathilda Maumere, jamu tradisional justru tampil naik kelas menjadi produk higienis, modern, dan bernilai ekonomi tinggi hingga menjadi sorotan di lingkungan pendidikan dan dunia kesehatan lokal.
Lewat inovasi para siswa, lahirlah produk Jamu Kunyit Asam dan Beras Kencur yang diproduksi langsung di laboratorium sekolah dengan standar kebersihan layaknya industri farmasi modern.
Menggunakan jas laboratorium, hairnet, hingga proses penakaran bahan yang teliti, para siswa membuktikan bahwa jamu tradisional bisa dikemas secara profesional dan menarik tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.
Tidak hanya belajar meracik, siswa juga diajarkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) agar setiap produk yang dibuat aman dikonsumsi, bermutu, dan memiliki standar produksi yang profesional.
Yang paling menarik, seluruh proses mulai dari produksi, pengemasan, hingga desain brosur dan label produk merupakan hasil karya siswa sendiri. Kreativitas dipadukan dengan ilmu kesehatan membuat anak-anak Farmasi SMK Santa Mathilda tampil percaya diri menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
Pihak sekolah menegaskan bahwa Jurusan Farmasi bukan sekadar tempat belajar teori, tetapi wadah mencetak generasi muda yang siap kerja, siap usaha, dan siap menjadi pelaku industri kesehatan berbasis kearifan lokal.
“Anak Farmasi tidak hanya belajar soal obat, tetapi juga belajar menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melestarikan budaya Indonesia,” ujar salah satu guru pendamping.
Lulusan Jurusan Farmasi memiliki peluang besar bekerja di industri obat tradisional, klinik kesehatan, apotek, hingga membuka usaha herbal sendiri. Di tengah tren gaya hidup sehat dan kembali ke produk alami, keterampilan membuat jamu modern justru menjadi peluang emas bagi generasi muda.
Dengan semangat inovasi dan cinta budaya lokal, siswa-siswi Farmasi SMK Santa Mathilda Maumere kini membuktikan satu hal penting: dari tradisi bisa lahir prestasi, dan dari jamu bisa lahir masa depan.
