Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jhon L. Johanis: Pengembangan Sekolah Bukan Hanya Soal Gedung, Tapi Inovasi

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T05:34:20Z

 


KOTA KUPANG, NTT, 8 Mei 2026— Kepala SMP Negeri 15 Kota Kupang yang baru, Jhon L. Johanis, menegaskan bahwa pengembangan sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus dibarengi dengan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi siswa, serta penguatan literasi dan teknologi informasi.


Menurutnya, kemajuan sekolah harus dibangun melalui kerja sama, komitmen, dan kesungguhan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.


“Untuk mengembangkan SMP 15 ini bukan hanya dari gedung saja, tetapi juga bagaimana menciptakan inovasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi siswa, dan kemampuan IT mereka,” ujar Jhon saat diwawancarai usai beberapa hari menjalankan tugas sebagai kepala sekolah baru di SMPN 15 Kota Kupang.


Dalam kesempatan itu, Jhon juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban tugas sebagai kepala sekolah.


“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang, Ibu Wakil Wali Kota Kupang, Bapak Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Bapak Kabid Dikdas atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat untuk memajukan SMP Negeri 15 Kota Kupang,” katanya.


Jhon mengaku masih membutuhkan banyak belajar dan pengalaman dalam menjalankan tugas barunya. Ia juga mengungkapkan bahwa pesan penting yang diterimanya dari Wali Kota Kupang adalah bekerja dengan sistem, membangun kerja sama lintas sektor, dan bekerja dengan penuh ketulusan.


“Bapak Wali Kota mengatakan beliau tidak membutuhkan kesempurnaan, tetapi membutuhkan ketulusan dan kesungguhan dalam bekerja,” ujarnya.


Dalam beberapa hari pertama bertugas, Jhon mulai melihat sejumlah kebutuhan yang perlu dibenahi di SMPN 15 Kota Kupang, seperti kondisi ruang guru dan beberapa bagian bangunan sekolah yang mulai mengalami kerusakan pada plafon dan atap.


Meski demikian, ia merasa bersyukur karena diterima dengan baik oleh para guru dan staf sekolah. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi antar tenaga pendidik berjalan dengan baik sehingga menciptakan suasana kerja yang positif.


Selain fokus pada pengembangan fasilitas, Jhon juga memberi perhatian serius terhadap kemampuan literasi siswa yang dinilainya masih rendah akibat pengaruh media sosial dan game online. Karena itu, sekolah menerapkan program membaca setiap pagi sebagai upaya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.


“Kalau program literasi tidak dijalankan dengan konsisten, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan penguasaan teknologi informasi di era modern. SMPN 15 Kota Kupang sendiri telah menerima bantuan Smart TV dari pemerintah yang digunakan dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran.


Terkait kemampuan siswa menghadapi soal HOTS (Higher Order Thinking Skills), Jhon menjelaskan bahwa sekolah telah mendapat pendampingan melalui kegiatan bedah soal dan pelatihan instruktur agar siswa mampu memahami pola soal berbasis analisis dan penalaran.


Menutup keterangannya, Jhon menegaskan bahwa seorang pemimpin pendidikan harus memiliki sikap bijaksana, disiplin, serta mampu melindungi dan membimbing seluruh warga sekolah menuju kemajuan bersama.

✒️: kl