Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Monumen Hidup di Nuba Nanga: Komitmen Ekologis Mata Sikka untuk Merawat Bumi

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T11:51:06Z

 


MAUMERE, NTT, 5 Mei 2026 — Semangat menjaga lingkungan hidup terus digaungkan di pesisir Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Mata Sikka Podcast menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pelestarian alam di kawasan Pantai Nuba Nanga.


Kehadiran Mata Sikka Podcast disambut dengan apresiasi oleh masyarakat setempat. Mereka menyampaikan terima kasih atas keterlibatan langsung dalam kegiatan ekologis yang dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan pesisir.


Salah satu simbol utama dari kegiatan ini adalah penanaman anakan pohon di kawasan pantai. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, pohon-pohon tersebut dimaknai sebagai “monumen hidup Mata Sikka Podcast”, yang mencerminkan komitmen jangka panjang dalam menjaga dan merawat lingkungan.


Untuk memperkuat komitmen tersebut, Asidewi di bawah pimpinan Yance Moa akan menyiapkan sertifikat wali pohon sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan pertumbuhan dan perawatan pohon yang telah ditanam.


Peran perawatan pohon ini bahkan melibatkan generasi muda. Tugas tersebut dipercayakan kepada Katrin, pelajar SDN Bolawolon, Desa Tana Duen, sebagai simbol penting keterlibatan anak-anak dalam menjaga lingkungan sejak dini.


Yance Moa menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


“Merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan bahwa apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan dijaga, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.


Sementara itu, Albert Cakramento mewakili Mata Sikka Podcast menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Asidewi dan masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Asidewi yang telah melibatkan kami dalam kegiatan ini. Menanam pohon adalah langkah nyata untuk merawat bumi. Mari kita jaga bersama agar paru-paru bumi tetap terpelihara,” ungkapnya.


Kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama lintas elemen—mulai dari masyarakat, lembaga, hingga generasi muda sebagai penerus masa depan.


Melalui aksi ini, Mata Sikka Podcast dan Asidewi bersama masyarakat memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.


Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sebagai simbol semata, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Sikka.

✒️: Albert Cakramento