Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Kupang Gelar Nikah Massal, Christian Widodo: Bangun Kota Dimulai dari Keluarga

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T15:35:35Z

 


KOTA KUPANG, NTT— Pemerintah Kota Kupang kembali menggelar program nikah massal sebagai bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung di GMIT Pniel Sikumana, Kamis (7/5/2026), Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa membangun sebuah kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga dimulai dari membangun keluarga yang sah, kuat, dan bermartabat.


Sebanyak 47 pasangan mengikuti kegiatan nikah massal tersebut. Program ini menjadi bagian dari rangkaian pelayanan sosial Pemerintah Kota Kupang sekaligus momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun Kota Kupang sebagai daerah otonom.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., bersama jajaran, Ketua Majelis Jemaat GMIT Pniel Sikumana beserta presbiter, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, camat, lurah, tokoh masyarakat, keluarga mempelai, serta para undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada GMIT Pniel Sikumana dan Bagian Kesra Setda Kota Kupang yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, GMIT Pniel Sikumana selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di Kota Kupang.


“Pemerintah Kota Kupang menyampaikan limpah terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada warga GMIT Pniel Sikumana yang selama ini telah mengambil bagian dalam perjalanan panjang Kota Kupang, baik dalam pembangunan sosial, ekonomi maupun budaya,” ujar Christian Widodo.


Ia menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar tentang kewenangan dan kekuasaan, melainkan bagaimana pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata keberpihakan tersebut adalah membantu masyarakat memperoleh legalitas pernikahan secara sah dan bermartabat melalui program nikah massal.


“Beberapa waktu lalu pemerintah melaksanakan nikah massal bagi 49 pasangan di Gereja Katolik, hari ini 47 pasangan di GMIT, dan masih akan ada lagi pasangan dari gereja-gereja denominasi lainnya,” jelasnya.


Menurut Wali Kota, membangun Kota Kupang tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik seperti jalan, gedung, atau infrastruktur lainnya. Pemerintah juga harus hadir membangun kualitas kehidupan sosial masyarakat melalui keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki kepastian hukum.


“Bangun kota itu dimulai dari keluarga. Ketika keluarga kuat, harmonis, dan diberkati, maka masyarakat juga akan kuat,” tegasnya.


Selain program nikah massal, Pemerintah Kota Kupang juga terus menjalankan berbagai program pelayanan sosial lainnya. Di antaranya pemberian 695 beasiswa pendidikan, sunatan massal bagi 100 anak, hingga program bedah rumah bagi 500 rumah warga pada tahun 2026.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat yang memenuhi syarat agar segera mengajukan permohonan bantuan bedah rumah sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.


Christian Widodo kembali menegaskan komitmennya bahwa selama lima tahun ke depan Pemerintah Kota Kupang akan hadir sebagai pemerintah yang melayani masyarakat, bukan sekadar memerintah.


“Pemerintah Kota Kupang lima tahun ke depan bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi orang yang melayani. Memerintah adalah melayani,” tegasnya.


Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal. Ia berpesan agar setiap pasangan menjaga cinta, komitmen, dan keharmonisan rumah tangga dalam perjalanan hidup bersama.


“Pernikahan bukan akhir dari perjalanan cinta, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk saling menjaga dan mempertahankan satu sama lain seumur hidup,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas pelaksanaan program nikah massal yang dinilai sangat membantu masyarakat dan menjadi agenda mulia bagi keluarga-keluarga Kristen di Kota Kupang.


Ia juga berpesan kepada seluruh pasangan agar menjaga kekudusan pernikahan serta membangun rumah tangga yang takut akan Tuhan, penuh kasih, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.


“Keluarga yang hidup dalam iman, kasih dan kerja keras akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga,” ujarnya.


Ia turut mendoakan agar Tuhan memberkati seluruh pasangan yang baru menikah, Pemerintah Kota Kupang, serta seluruh jemaat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

✒️: kl