ROTE NDAO, NTT — Pengembangan tanaman sorghum sebagai salah satu prime mover ekonomi baru sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperluas. Tak hanya Kabupaten Rote Ndao yang diproyeksikan menjadi sentra produksi sorghum, Kabupaten Kupang juga mulai dibidik sebagai wilayah pengembangan baru.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi pengembangan sorghum di Rote Ndao yang dimoderatori Sekretaris Diaspora For Ronda, Hengky Mesang, dan turut dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusi Dethan, serta Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin.
Dalam pengantarnya, Hengky Mesang menjelaskan bahwa setelah panen tahap awal seluas 15 hektare di Rote Ndao, pengembangan sorghum akan mulai diperluas pada Juni 2026 di sejumlah lokasi yang memiliki ketersediaan air.
Target awal pengembangan di Rote ditetapkan mencapai 200 hektare sebelum diperluas secara bertahap hingga 1.000 hektare pada musim penghujan mendatang.
“Kalau sorghum ingin dijadikan salah satu prime mover ekonomi pertanian NTT, maka Rote harus disiapkan menjadi pusat sentra produksinya,” ujar Hengky Mesang.
Selain pengembangan di Rote Ndao, dukungan juga datang dari diaspora NTT yang siap membuka lahan penanaman sorghum di sejumlah wilayah lain.
Kabupaten Kupang menjadi salah satu daerah yang mulai dibidik dengan rencana pengembangan lahan seluas 27,5 hektare, khususnya di Kecamatan Kupang Tengah.
Sementara itu, wilayah Amfoang direncanakan mendapat tambahan pengembangan 10 hektare dan Pulau Semau 10 hektare.
Menurut Hengky Mesang, pengembangan sorghum bukan hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat petani di wilayah NTT yang selama ini menghadapi tantangan iklim kering dan keterbatasan air.
Sorghum sendiri mulai dilirik karena dinilai memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan cocok dikembangkan di wilayah lahan kering seperti NTT.
Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, sorghum juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan pangan maupun pakan ternak.
Dalam audiensi tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas pertanian, diaspora, dan masyarakat agar pengembangan sorghum dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar menjadi komoditas unggulan baru di NTT.
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusi Dethan, bersama Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin juga menyatakan dukungan terhadap langkah pengembangan sorghum sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di daerah.
Pengembangan sorghum diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi mampu menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi pertanian NTT di masa mendatang.
✒️: kl
