Kota Kupang, NTT– Kehadiran Kopdit Pintu Air selama 13 tahun di Kota Kupang dinilai terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu penguatan ekonomi warga melalui pelayanan keuangan berbasis gotong royong dan kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Kopdit Pintu Air di area Wali Kota Kupang, Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kopdit Pintu Air yang selama ini dinilai telah membantu Pemerintah Kota Kupang dalam memajukan ekonomi masyarakat.
“Saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin menyampaikan limpah terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk Kopdit Pintu Air karena selama ini telah membantu pemerintah Kota Kupang memajukan ekonomi masyarakat lewat pelayanan keuangan,” ujar Christian Widodo.
Ia mengatakan perjalanan 13 tahun Kopdit Pintu Air di Kota Kupang bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya, perjalanan tersebut dipenuhi kerja keras, pengorbanan, dan semangat yang tidak pernah padam dari para pengurus maupun anggota koperasi.
“Tentu 13 tahun itu bukan perjalanan yang singkat. Ini perjalanan panjang tentang pengorbanan, kerja keras, air mata, dan pasti ada banyak tangan yang telah membantu sehingga koperasi ini bisa menjadi besar seperti hari ini,” katanya.
Christian menegaskan bahwa koperasi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi tempat berkumpul atau simbol organisasi semata.
Ia mengibaratkan koperasi seperti kapal yang dibuat bukan untuk diparkir di dermaga, melainkan untuk berlayar menghadapi tantangan dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kapal dibuat bukan untuk ditambatkan di dermaga, tetapi untuk membelah lautan luas dan menghajar ombak samudera. Begitu juga koperasi ini, dibuat untuk membelah persoalan ekonomi masyarakat yang ada di Kota Kupang,” tegasnya.
Menurut Wali Kota, peletakan batu pertama pembangunan gedung Kopdit Pintu Air bukan sekadar seremoni biasa, tetapi simbol harapan bagi kemandirian ekonomi masyarakat Kota Kupang.
Ia juga menilai koperasi merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila karena dibangun di atas semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Koperasi adalah ejawantah nyata dari Pancasila. Semangat gotong royong dan kebersamaan hidup nyata lewat koperasi seperti ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Christian turut mengingatkan pentingnya koperasi untuk terus adaptif dan inovatif menghadapi perkembangan zaman dan teknologi.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Dunia berkembang cepat, maka koperasi harus adaptif dan inovatif,” katanya.
Ia berharap pembangunan gedung baru Kopdit Pintu Air dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.
“Saya percaya koperasi ini akan kuat bukan hanya karena semen dan batu, tetapi karena kepercayaan masyarakat, kejujuran pelayanan, dan kerja keras pengurusnya,” tutupnya.
✒️: kl
