Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Daud Nafi Apresiasi Kopdit Pintu Air, Dorong Koperasi Sehat Bangkitkan Ekonomi Warga Kota Kupang

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T07:37:45Z



Kota Kupang, NTT – Plt. Kepala Dinas Koperasi Kota Kupang, Daud Nafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran KSP Kopdit Pintu Air yang dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat kecil seperti nelayan, tani, ternak, dan buruh (RTTB).


Hal itu disampaikan Daud Nafi usai menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang, Selasa (2/6/2026).


Menurut Daud, Pemerintah Kota Kupang menyambut baik perkembangan Kopdit Pintu Air yang saat ini telah memiliki sekitar 14.500 anggota di Kota Kupang dan aset mencapai triliunan rupiah secara nasional.


“Dengan adanya kehadiran KSP Kopdit Pintu Air, pemerintah pada dasarnya sangat mengapresiasi. Karena ini bagian dari upaya untuk bagaimana perekonomian masyarakat, khususnya RTTB, bisa bergerak dan berkembang,” ujar Daud Nafi.


Ia berharap jumlah anggota Kopdit Pintu Air di Kota Kupang terus bertambah sehingga manfaat koperasi semakin dirasakan masyarakat luas.


“Kami berharap tidak hanya berhenti di 14.500 anggota di Kota Kupang, tetapi kalau bisa lebih banyak lagi,” tambahnya.


Daud juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun konsolidasi bersama koperasi-koperasi sehat dan aktif di Kota Kupang untuk menciptakan gerakan ekonomi berbasis koperasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.


“Tadi saya sempat bicara dengan Pak Ketua Pengurus terkait konsolidasi koperasi sehat dan aktif di Kota Kupang. Nanti secara bertahap kami akan himpun koperasi-koperasi untuk membicarakan bentuk kehadiran koperasi yang benar-benar berdampak pada ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Berdasarkan data Dinas Koperasi Kota Kupang, saat ini terdapat sekitar 669 koperasi di Kota Kupang. Namun hingga akhir Mei 2026, baru sekitar 44 koperasi yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).


“Dari 669 koperasi itu, sekitar 200-an yang tergolong aktif dan sehat. Ada yang aktif tetapi belum melaksanakan RAT, ada juga yang perlahan mulai tidak berjalan baik,” katanya.


Daud menilai salah satu tantangan terbesar koperasi saat ini adalah mulai memudarnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.


“Banyak anggota masuk koperasi karena ingin cepat pinjam, bukan untuk menabung atau membangun masa depan. Baru dua bulan sudah mau pinjam. Ketika pengembalian macet, koperasi akhirnya perlahan layu,” ungkapnya.


Meski demikian, Daud mengakui Kopdit Pintu Air menjadi contoh koperasi yang mampu bertahan dan berkembang hingga memiliki aset besar serta menjangkau masyarakat luas.


“Kalau bicara aset Rp2,7 triliun, itu sesuatu yang luar biasa. Pintu Air sudah memberi manfaat besar dan menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Kupang di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif,” ujarnya.


Ia berharap Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah dapat bertumbuh dan berkembang seperti Kopdit Pintu Air.


“Kami berharap Koperasi Merah Putih minimal bisa seperti Pintu Air. Memang Pintu Air dibangun bertahun-tahun, sementara koperasi baru masih menyusun bata-bata harapan itu,” pungkasnya.

✒️: kl