Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Program Bawang Merah di Magepanda Capai Panen Satu Ton, Petani Mulai Nikmati Hasil Positif

Selasa, 02 Juni 2026 | Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T12:21:34Z

 


MAUMERE, NTT, 2 Juni 2026— Program pengembangan bawang merah terpadu di Dusun Nangarasong, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, mulai menunjukkan hasil positif. Berawal dari lahan uji coba, program kolaborasi antara pemerintah desa, PT Astra melalui dana CSR, PT Panah Merah, dan kelompok tani lokal kini mampu menghasilkan panen hingga satu ton dalam satu siklus produksi serta membuka peluang baru bagi kemandirian petani di Maumere.


Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah. Selama ini kebutuhan bawang merah di wilayah Maumere dan sekitarnya masih banyak dipasok dari NTB, Brebes, Bantaeng, hingga Makassar.


PT Astra melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)  dalam program namanya Desa sejahtera Astra. Astra melalui DSA Sikka memberikan bantuan dan pendampingan kepada petani berupa dukungan awal berupa pembangunan rumah semai, bantuan pot tray sebagai wadah persemaian, serta plastik mulsa untuk mendukung sistem budidaya modern. Sementara itu, PT Panah Merah menyediakan bibit bawang merah unggul sekaligus pendampingan teknis kepada para petani.


PT Panah Merah sendiri merupakan merek benih hortikultura di bawah East-West Seed Indonesia yang dikenal menyediakan benih unggul berbagai komoditas sayuran seperti bawang merah, cabai, dan tomat.


Hal tersebut disampaikan oleh Yofania R.R. Francis Yuki, S.E., M.M., M.S.M., yang akrab disapa Vonny Francis dalam sesi wawancara bersama media ini.


Vonny Francis menjelaskan bahwa program tersebut pada awalnya dimulai sebagai uji coba di lahan sekitar 250 meter persegi. Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian masyarakat, hasil panen pertama ternyata mampu memberikan keuntungan yang cukup besar sehingga semakin banyak petani mulai tertarik bergabung.


“Petani di sini sudah bisa tanam dari biji dan panen bersama. Hasilnya juga sudah sangat mirip dengan bawang lokal,” ungkapnya. 


Menurutnya, kemampuan petani melakukan budidaya dari tahap pembibitan hingga panen menjadi kemajuan besar dalam pengembangan pertanian lokal berbasis kemandirian.


Dalam proses pengembangannya, petani sempat menerapkan sistem tanam tumpang sari antara bawang merah, cabai, dan tomat. Namun kemudian fokus diarahkan pada budidaya bawang merah karena dinilai lebih efisien dan memberikan hasil ekonomi lebih optimal.


Hasil panen bawang merah kini mampu mencapai sekitar satu ton dalam satu kali produksi dengan harga jual berkisar Rp40 ribu per kilogram di pasaran. Capaian tersebut menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan baru yang mulai berkembang di wilayah Magepanda.


Selain berdampak pada peningkatan pendapatan petani, program ini juga dinilai mampu membantu menekan inflasi daerah melalui penguatan pasokan bawang merah lokal. Dengan meningkatnya produksi dalam daerah, perputaran ekonomi diharapkan semakin banyak terjadi di Kabupaten Sikka sendiri.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Sikka, Markus Dua, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pengembangan program bawang merah tersebut. Ia menilai program itu berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


Sementara itu, perwakilan PT Panah Merah, Wisnu Wuryawan Kesturi, menyampaikan bahwa program ini bukan hanya soal peningkatan hasil panen, tetapi juga peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan sistem budidaya modern dan pengelolaan usaha pertanian yang berkelanjutan.


“Harapannya bawang merah bisa menjadi komoditas tuan rumah di daerah sendiri, sehingga petani tidak lagi bergantung pada pasokan luar dan ekonomi masyarakat tetap berputar di daerah,” ujarnya.


Ke depan, bawang merah diharapkan dapat menjadi komoditas sentral yang terus dikembangkan di berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Maumere.

✒️: Albert Cakramento