KUPANG, NTT – Sebanyak 312 siswa SMKN 6 Kupang akan mengikuti Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada tahun ajaran 2026. Para siswa akan ditempatkan di berbagai perusahaan dan mitra industri, baik di Kota Kupang maupun di luar daerah.
Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang, mengatakan pihak sekolah saat ini masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai mitra industri untuk menentukan lokasi penempatan siswa.
"Kami memiliki sekitar 312 siswa yang akan mengikuti PKL. Sebagian ditempatkan di Kota Kupang dan sebagian lagi di luar daerah. Untuk jumlah pasti yang dikirim ke luar daerah masih dalam proses pendataan dan konfirmasi," kata Asa Lahtang, Rabu (24/6/2026).
Menurut Asa, seluruh siswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan tempat PKL sesuai kompetensi keahlian masing-masing.
Ia menegaskan, sekolah sangat selektif memilih perusahaan atau mitra industri agar siswa benar-benar memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan jurusannya.
"Kami tidak ingin siswa jurusan komputer misalnya, ditempatkan di lokasi yang pekerjaannya tidak sesuai kompetensi. Kalau ditemukan seperti itu, kami akan menarik siswa dan mencari mitra yang lebih tepat," tegasnya.
Untuk siswa yang menjalani PKL di luar daerah, biaya transportasi, penginapan, dan kebutuhan lainnya menjadi tanggung jawab orang tua atau wali siswa.
Menurut Asa, kebijakan tersebut sudah dipahami sejak awal oleh peserta yang bersedia mengikuti PKL di luar Kota Kupang.
"Untuk yang di luar daerah, biaya perjalanan dan kebutuhan lainnya memang ditanggung orang tua. Itu sudah menjadi bagian dari kesepakatan ketika siswa mengikuti program tersebut," jelasnya.
Meski siswa berada di luar daerah, sekolah tetap melakukan pengawasan secara ketat.
Pihak sekolah menugaskan guru pembimbing untuk mengantar siswa ke lokasi PKL, melakukan monitoring selama masa pelaksanaan, hingga menjemput kembali saat program berakhir.
Selain pengawasan langsung, komunikasi juga dilakukan secara daring melalui WhatsApp, Zoom Meeting, dan berbagai platform digital lainnya.
"Guru tetap melakukan monitoring. Kalau perusahaan baru, biasanya kami melakukan MoU terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa selama PKL," katanya.
Asa mengakui pelaksanaan PKL beririsan dengan persiapan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akhir (TKA). Karena itu sekolah telah menyesuaikan jadwal agar siswa tetap mendapatkan pembekalan sebelum ujian.
Menurutnya, setelah beberapa waktu berada di lapangan, siswa akan ditarik kembali ke sekolah untuk mengikuti pembinaan dan persiapan menghadapi TKA.
"Kami memang menghadapi dilema antara pelaksanaan PKL dan persiapan TKA. Namun kami sudah mengatur jeda waktu agar siswa tetap bisa mendapatkan pembekalan yang cukup," ujarnya.
Asa berharap seluruh peserta PKL mampu meningkatkan kompetensi, pengalaman kerja, serta menghasilkan karya atau produk yang menjadi bukti kemampuan mereka selama berada di dunia industri.
"Harapan kami ketika mereka kembali ke sekolah, kompetensinya meningkat dan kalau bisa sudah menghasilkan produk nyata sesuai bidang keahliannya," pungkasnya.
✒️: kl
