MAUMERE, NTT, 2 Juni 2026 – Suasana haru menyelimuti keluarga besar SMP Katolik Renha Rosario Kewapante saat menggelar acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026. Tangis, pelukan, dan senyum bahagia mewarnai momen yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan tiga tahun para siswa di bangku sekolah menengah pertama.
Mengusung tema "Warna-Warni Cerita Kita: Merangkai Kenangan, Menjemput Masa Depan", kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa untuk mengenang perjalanan pendidikan yang telah mereka lalui sekaligus mempersiapkan diri melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Acara diawali dengan Misa Syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama proses pendidikan berlangsung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara pelepasan yang dihadiri oleh pihak yayasan, komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, para guru, dan seluruh peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Katolik Renha Rosario Kewapante, Dominika Dong, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga iman, karakter, disiplin, serta semangat belajar dalam menghadapi tantangan di masa depan.
"Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk meraih mimpi dan cita-cita yang lebih besar," ujarnya.
Suasana semakin emosional ketika para siswa menampilkan berbagai persembahan dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru yang selama ini mendampingi mereka. Tangis haru pecah saat siswa dan guru saling berpelukan dalam momen perpisahan yang penuh makna.
Bagi para lulusan, acara tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan momentum untuk mengenang persahabatan, kebersamaan, serta berbagai pengalaman yang telah membentuk karakter mereka selama menempuh pendidikan di SMP Katolik Renha Rosario Kewapante.
Dominika Dong berharap seluruh lulusan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, berprestasi, dan siap memberikan kontribusi positif bagi keluarga, Gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
Perpisahan yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu menjadi penanda berakhirnya satu fase kehidupan para siswa.
Di balik air mata yang jatuh, tersimpan harapan besar agar seluruh lulusan terus melangkah dengan percaya diri, membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan sekolah, dan berani menjemput masa depan yang gemilang.
Perpisahan boleh mengakhiri kebersamaan di ruang kelas, tetapi mimpi dan cita-cita para lulusan Renha Rosario akan terus hidup dan bertumbuh bersama langkah mereka menuju masa depan.
