KUPANG, NTT, 1 Juni 2026 – Pemain Tim Nasional Indonesia, Viktor Dethan, mengungkapkan perjalanan panjang penuh kegagalan sebelum akhirnya menjalani debut bersama Timnas senior Indonesia. Dalam kegiatan jumpa fans di Universitas San Pedro Kupang, Viktor menceritakan bagaimana dirinya tujuh kali dipanggil memperkuat tim nasional sejak kelompok usia muda, namun tidak pernah mendapat kesempatan bermain hingga akhirnya dipercaya tampil di level senior.
Di hadapan mahasiswa dan peserta yang hadir, Viktor mengaku perjalanan karier sepak bolanya tidak selalu berjalan mulus. Ia mengatakan sejak usia muda dirinya sudah beberapa kali masuk pemusatan latihan Timnas Indonesia mulai dari kelompok U-16, U-18, U-20 hingga U-23. Namun kesempatan bermain yang diimpikan tak kunjung datang.
“Saya sudah sering dipanggil timnas sejak usia kecil, dari U-16, U-18, U-20 sampai U-23. Tapi selama tujuh kali dipanggil saya tidak pernah diberikan kesempatan bermain,” ungkap Viktor.
Menurutnya, ada banyak alasan yang membuat dirinya belum mendapatkan kesempatan tampil, mulai dari cedera hingga ketatnya persaingan di dalam skuad tim nasional. Meski demikian, ia memilih untuk tidak menyerah dan terus berusaha memperbaiki diri.
“Pernah cedera, pernah juga karena tidak bisa bersaing. Tapi saya percaya itu bukan kegagalan yang membuat saya harus berhenti. Itu justru kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Viktor mengaku momen debut bersama Timnas senior Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling membanggakan dalam perjalanan hidupnya sebagai pesepak bola profesional.
“Puji Tuhan saya bisa debut di tim senior. Itu menjadi cerita besar dalam karier saya karena setelah berkali-kali gagal akhirnya saya bisa mendapat kesempatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Viktor juga menyampaikan rasa bangga karena mendapat dukungan besar dari masyarakat Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Ia menilai banyak anak muda di daerah memiliki bakat besar di bidang sepak bola, namun masih minim kesempatan untuk berkembang.
“Saya merasa di Kupang banyak talenta muda yang luar biasa. Harapan saya ke depan anak-anak muda di sini bisa mendapatkan kesempatan dan bisa menjadi pemain profesional maupun pemain timnas,” katanya.
Ia juga membagikan motivasi yang selalu dipegang selama menjalani karier sepak bola. Menurut Viktor, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan proses untuk membentuk mentalitas dan kualitas diri menjadi lebih baik.
“Itu yang menjadi motivasi saya. Kegagalan bukan alasan untuk putus asa, tetapi kesempatan untuk terus mencoba dan menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Viktor kemudian menceritakan bahwa impiannya menjadi pemain sepak bola sudah muncul sejak dirinya masih kecil di Kupang. Bahkan sejak usia sekitar tujuh hingga delapan tahun, ia sudah menanamkan tekad untuk menjadi pesepak bola profesional.
“Saya dari kecil memang sudah punya mimpi jadi pemain bola. Waktu itu masih main bola di depan rumah, belum masuk SSB atau akademi. Tapi saya sudah percaya saya harus jadi pemain bola,” tuturnya.
Ia mengatakan dukungan keluarga, khususnya sang ayah, menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kariernya. Meski mendukung sepak bola, orang tuanya tetap menekankan pentingnya pendidikan.
“Bapak selalu dukung saya dari kecil, tapi bukan berarti sekolah diabaikan. Saya tetap sekolah dan belajar sambil mengejar mimpi saya di sepak bola,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan San Pedro, Jhonson Dethan, turut menceritakan bagaimana perjalanan awal Viktor hingga akhirnya dikenal di dunia sepak bola nasional. Ia mengaku sejak kecil sudah melihat potensi besar dalam diri Viktor.
“Saya sudah lihat dari kecil kalau Viktor punya bakat dan mentalitas yang berbeda. Dia memang punya mimpi besar sejak kecil,” ujarnya.
Menurut Jhonson, perjuangan Viktor menuju level nasional membutuhkan pengorbanan besar, termasuk harus menjalani latihan intensif sejak usia dini dan merantau ke luar daerah untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya.
Ia menjelaskan bahwa Viktor sempat berlatih bersama pelatih sepak bola ternama di Kupang sebelum akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan akademi dan jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
“Perjalanan jadi pemain profesional itu tidak gampang. Harus latihan pagi siang malam dan bersaing dengan banyak pemain lain,” katanya.
Kegiatan jumpa fans tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain mendengarkan kisah perjalanan Viktor Dethan, mahasiswa Universitas San Pedro juga mendapat motivasi tentang pentingnya kerja keras, disiplin, dan keberanian mengejar mimpi.
Melalui kegiatan itu, Viktor berharap generasi muda NTT semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses meraih cita-cita.
“Jangan takut gagal. Kalau punya mimpi, terus berjuang dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” tutup Viktor Dethan.
✒️: kl
