Kota Kupang, NTT — Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif mendukung pelaku UMKM lokal dengan berbelanja di kegiatan-kegiatan masyarakat agar ekonomi warga terus berputar. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri event budaya dan pertemuan masyarakat di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Selasa malam, 2 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa perputaran ekonomi masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk dukungan nyata ASN terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.
“Nanti setelah acara ini belanja di UMKM-UMKM yang ada. Paling Rp5 ribu, Rp10 ribu, atau Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Dengan begitu ekonomi masyarakat bisa berputar,” ujar Christian Widodo.
Selain mendorong penguatan UMKM, Wali Kota Kupang juga menegaskan pentingnya efisiensi anggaran pemerintah demi kepentingan masyarakat luas.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang memilih tidak membeli mobil dinas baru meskipun secara aturan diperbolehkan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena kondisi ekonomi masyarakat masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Biasanya setiap pergantian periode kepala daerah membeli mobil baru. Itu tidak salah dan memang diperbolehkan. Tetapi saya melihat masyarakat masih susah sehingga kita memilih berhemat,” katanya.
Christian Widodo menjelaskan bahwa satu unit kendaraan dinas jenis Fortuner 4x4 bernilai sekitar Rp800 juta. Dengan keputusan tidak membeli kendaraan baru bagi wali kota, wakil wali kota, serta pimpinan DPRD Kota Kupang, pemerintah berhasil menghemat sekitar Rp4 miliar.
Menurutnya, anggaran tersebut lebih baik dialihkan untuk kebutuhan masyarakat seperti perbaikan jalan, bantuan rumah ibadah, hingga pelayanan publik lainnya.
“Mobil lama masih bagus. Tinggal dicuci, ganti kaca film, dan diperbaiki sedikit masih bisa dipakai. Sayang kalau harus beli baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Christian Widodo juga menanggapi sejumlah aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak dan kebutuhan pembangunan kantor Kelurahan Maulafa.
Ia berjanji pemerintah akan berupaya membantu pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Jalan-jalan yang rusak nanti kami upayakan bantu. Kalau belum bisa di perubahan anggaran tahun ini, maka akan diusahakan di anggaran murni tahun 2027. Begitu juga dengan kantor lurah yang memang membutuhkan anggaran cukup besar,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen membantu rumah-rumah ibadah secara bertahap sesuai mekanisme penganggaran yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Christian Widodo turut mengajak masyarakat menjaga persatuan, keberagaman, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, event budaya yang mempertemukan berbagai suku dan etnis di Kota Kupang menjadi simbol harmoni dan kekuatan persaudaraan masyarakat.
“Malam ini kita lihat semua duduk bersama, berbeda suku dan budaya tetapi tetap rukun. Keberagaman bukan penghalang, tetapi kekuatan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa harmoni bukan berarti semua orang harus sama, melainkan hidup seimbang dalam perbedaan.
“Harmoni itu seperti nada dalam sebuah lagu. Berbeda-beda tetapi kalau ditempatkan dengan tepat akan menjadi lagu yang indah,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Christian Widodo juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah kegiatan berlangsung serta terus mendukung kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan masing-masing.
Ia berharap semangat gotong royong, persaudaraan, dan dukungan terhadap UMKM terus tumbuh sebagai kekuatan utama pembangunan Kota Kupang.
✒️: kl
