Kota Kupang, NTT – Program bantuan Rp500 juta untuk setiap kelurahan yang digulirkan Pemerintah Kota Kupang melalui Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang mulai diterjemahkan menjadi berbagai program prioritas di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Sikumana, anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan pelayanan dasar sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan warga.
Hal tersebut disampaikan Lurah Sikumana, Getruida Isabela, usai mengikuti asistensi program pembangunan kelurahan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Getruida, kepastian anggaran sebesar Rp500 juta menjadi angin segar bagi masyarakat karena banyak usulan yang selama ini belum dapat direalisasikan akhirnya memiliki peluang untuk diwujudkan.
"Kami bersyukur karena bantuan Rp500 juta ini sudah memberikan kepastian. Banyak aspirasi masyarakat yang selama ini belum terjawab kini mulai bisa direalisasikan melalui program prioritas di kelurahan," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh usulan masyarakat terlebih dahulu diselaraskan dengan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terjadi tumpang tindih penganggaran.
Menurutnya, apabila terdapat usulan yang ternyata sudah masuk dalam program OPD tertentu, maka anggaran akan dialihkan kepada kebutuhan prioritas lainnya yang belum memperoleh pembiayaan.
> "Kalau ada usulan yang sudah dianggarkan melalui OPD, tentu kami alihkan ke program lain yang lebih membutuhkan. Prinsipnya tidak boleh ada penganggaran ganda sehingga seluruh dana benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," jelasnya.
Hasil asistensi menetapkan sebagian besar anggaran diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Program tersebut meliputi peningkatan Jalan Beringin I di RT 20, RT 21, dan RT 22 sepanjang 250 meter dengan konstruksi lapen senilai Rp187,5 juta.
Selanjutnya, peningkatan Jalan Air Lobang III RT 04 sepanjang 150 meter juga akan dikerjakan dengan anggaran Rp112,5 juta.
Kelurahan Sikumana juga mengusulkan pemasangan 13 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di RT 04, RT 08, RT 12, RT 14, RT 21, RT 23, dan RT 27 dengan anggaran Rp97,5 juta.
Total anggaran sektor infrastruktur mencapai Rp397,5 juta.
Selain pembangunan fisik, Kelurahan Sikumana mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Program tersebut meliputi pelatihan servis elektronik, pelatihan pengolahan ikan, bantuan alat kompresor, bantuan bibit sayuran, serta bantuan benih dan pakan ikan dengan total anggaran Rp72,5 juta.
Getruida mengatakan, pertumbuhan ekonomi masyarakat kini mulai membaik setelah sempat mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19.
Menurutnya, berbagai program pembinaan dari TLM, Bank NTT, maupun lembaga keuangan lainnya telah membantu pelaku UMKM kembali bangkit.
"Pertumbuhan ekonomi masyarakat sekarang semakin baik. Banyak UMKM mulai berkembang karena mendapat pembinaan dan kemudahan akses permodalan. Dampak COVID memang sangat berat, tetapi sekarang perlahan mulai pulih," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Getruida juga menjelaskan bahwa pengguliran kembali Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) masih ditunda.
Pemerintah Kelurahan bersama LPM memilih memprioritaskan penyelesaian tunggakan masyarakat yang mencapai sekitar Rp423 juta dari total dana bergulir sekitar Rp750 juta.
Menurutnya, pada awal pelaksanaan program masih banyak masyarakat yang menganggap dana tersebut merupakan hibah sehingga tidak perlu dikembalikan.
"Padahal dana itu dihibahkan kepada kelurahan agar terus bergulir membantu masyarakat lainnya, bukan menjadi hibah kepada penerima. Karena itu kami fokus menyelesaikan tunggakan terlebih dahulu sebelum melakukan pengguliran kembali," jelasnya.
Pemerintah Kelurahan bersama LPM kini terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dengan memberikan kemudahan pembayaran sesuai kemampuan pelaku usaha.
Selain pembangunan jalan dan pemberdayaan ekonomi, Kelurahan Sikumana juga mengalokasikan Rp30 juta untuk pelatihan daur ulang sampah serta pengadaan tenda dan kursi bagi 17 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Seluruh usulan tersebut telah dinyatakan layak secara prinsip dalam proses asistensi dan selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme verifikasi serta penganggaran Pemerintah Kota Kupang.
Getruida berharap bantuan Rp500 juta dari Pemerintah Kota Kupang benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat kelurahan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
"Harapan kami seluruh program ini segera direalisasikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan program ini, pembangunan semakin merata dan ekonomi warga semakin tumbuh," tutupnya.
✒️: kl
