Jakarta, 21 September 2026 — Dari sebuah daerah kepulauan di ujung selatan Indonesia, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan hari ini mulai mengikuti kegiatan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Keikutsertaan Apremoi bukan sekadar perjalanan seorang pejabat daerah mengikuti pendidikan di tingkat nasional. Lebih dari itu, kehadirannya membawa pengalaman Rote Ndao sebagai daerah kepulauan, wilayah perbatasan, sekaligus bagian dari wajah Indonesia di kawasan selatan.
Lemhannas RI merupakan lembaga yang memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategis ketahanan nasional, serta pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Di ruang inilah para peserta tidak hanya diajak memahami persoalan pemerintahan, tetapi juga melihat Indonesia secara lebih luas melalui perspektif geopolitik, geostrategi, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan serta berbagai aspek yang berkaitan dengan ketahanan nasional.
Bagi Apremoi, pengalaman memimpin pemerintahan di Rote Ndao menjadi bekal tersendiri.
Rote Ndao memiliki karakter geografis yang berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia. Sebagai wilayah kepulauan di bagian paling selatan, pembangunan daerah berhadapan langsung dengan persoalan konektivitas, transportasi, energi, pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Persoalan-persoalan tersebut mungkin terlihat sebagai persoalan daerah.
Namun ketika dilihat dari perspektif ketahanan nasional, pembangunan di wilayah kepulauan dan daerah perbatasan memiliki dimensi yang lebih luas.
Kehadiran negara tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan memastikan masyarakat di wilayah terluar memperoleh pelayanan publik, akses ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesempatan pembangunan yang memadai.
Karena itu, pengalaman dari Rote Ndao memiliki konteks tersendiri ketika dibawa ke ruang pendidikan strategis nasional.
Keikutsertaan Apremoi juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman pemerintahan daerah dengan perspektif nasional.
Selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Rote Ndao, berbagai persoalan masyarakat berada dekat dengan proses pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
Mulai dari kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur hingga persoalan geografis kepulauan.
Di tingkat nasional, berbagai persoalan tersebut dibahas dalam kerangka yang lebih luas.
Bagaimana daerah kepulauan dapat memperkuat ketahanan ekonominya?
Bagaimana konektivitas dapat menjadi penggerak pembangunan?
Bagaimana negara memastikan wilayah terluar tidak tertinggal?
Bagaimana potensi daerah dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat?
Dan bagaimana kebijakan nasional dapat benar-benar diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat di daerah?
Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang membuat pengalaman seorang pemimpin daerah menjadi penting dalam forum pendidikan strategis.
Ketahanan nasional tidak hanya berbicara mengenai pertahanan dan keamanan.
Ketahanan nasional juga berkaitan dengan kemampuan bangsa menghadapi berbagai tantangan melalui kekuatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan serta kondisi geografis, demografis dan sumber daya nasional.
Dalam konteks Rote Ndao, pembangunan ekonomi masyarakat, ketersediaan energi, akses transportasi, ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia pada akhirnya juga berkaitan dengan kekuatan wilayah.
Semakin kuat masyarakat di daerah, semakin kuat pula fondasi pembangunan nasional.
Karena itu, pembangunan Rote Ndao tidak dapat dilepaskan dari pembangunan Indonesia secara keseluruhan.
Ada pula sisi lain dari perjalanan Apremoi.
Ia merupakan perempuan yang kini berada dalam jajaran kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Rote Ndao. Kehadirannya dalam kegiatan Lemhannas menempatkan pengalaman perempuan pemimpin daerah dalam ruang pembelajaran yang mempertemukan berbagai perspektif dari Indonesia.
Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan nasional tidak selalu lahir dari pusat pemerintahan.
Pengalaman dari daerah, termasuk daerah kepulauan di ujung selatan Indonesia, merupakan bagian dari pengalaman Indonesia yang lebih besar.
Rote Ndao mempunyai cerita sendiri tentang bagaimana masyarakat bertahan, membangun ekonomi, mengelola keterbatasan dan menghadapi tantangan geografis.
Cerita tersebut menjadi bagian dari mozaik Indonesia.
Mengikuti pendidikan di Lemhannas tidak otomatis berarti seseorang memperoleh jabatan nasional atau posisi politik tertentu.
Nilai utama pendidikan tersebut berada pada proses pembentukan wawasan, kemampuan analisis strategis, kepemimpinan dan pemahaman terhadap persoalan bangsa.
Karena itu, bagi seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah, pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melihat persoalan yang selama ini dihadapi di daerah dari sudut pandang yang lebih luas.
Persoalan yang selama ini terlihat sebagai persoalan administratif daerah dapat dibaca sebagai bagian dari persoalan pembangunan nasional.
Begitu pula kebijakan nasional dapat dilihat dari perspektif masyarakat di daerah.
Pada akhirnya, perhatian masyarakat Rote Ndao bukan hanya pada keikutsertaan Apremoi di Lemhannas.
Yang jauh lebih penting adalah apa yang akan dibawa pulang setelah kegiatan tersebut selesai.
Wawasan strategis yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sebab masyarakat membutuhkan kebijakan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka membutuhkan pelayanan publik yang lebih baik, infrastruktur yang semakin terhubung, ekonomi yang berkembang, pendidikan yang berkualitas dan akses kesehatan yang semakin mudah.
Di situlah pendidikan kepemimpinan menemukan maknanya.
Bukan berhenti pada ruang kelas, tetapi diterjemahkan kembali menjadi kebijakan dan pelayanan di tengah masyarakat.
Hari ini, perjalanan Apremoi Dudelusy Dethan di Lemhannas baru dimulai.
Ia datang dari Rote Ndao, sebuah wilayah kepulauan di ujung selatan Indonesia, dengan pengalaman memimpin pemerintahan dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.
Di ruang pendidikan strategis nasional, pengalaman tersebut bertemu dengan perspektif dari berbagai daerah dan sektor.
Dari sana, Rote Ndao tidak lagi hanya dilihat sebagai titik geografis di selatan Indonesia.
Rote Ndao adalah bagian dari wajah Indonesia yang memiliki persoalan, potensi dan kontribusi dalam membangun ketahanan nasional.
Dari ujung selatan Indonesia, Apremoi Dethan kini membawa perspektif Rote Ndao ke ruang strategis nasional.
✒️: kl
