KUPANG, NTT – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Angela Merci Piwung, yang akrab disapa Merci, mendorong penguatan Perempuan Bangsa sebagai wadah strategis untuk memberdayakan kaum perempuan sekaligus melahirkan kader-kader perempuan potensial yang siap terjun ke dunia politik.
Merci menjelaskan, Perempuan Bangsa merupakan salah satu badan otonom (Banom) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan perempuan dan kaderisasi politik.
Menurutnya, keberadaan Perempuan Bangsa di sejumlah daerah telah berkembang cukup baik. Namun, di NTT, aktivitas organisasi tersebut selama ini dinilai belum berjalan secara maksimal.
Karena itu, kepengurusan yang baru diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali Perempuan Bangsa dengan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan kaum perempuan.
“Perempuan Bangsa ini lebih fokus bagaimana memberdayakan kaum perempuan, terutama juga untuk politik. Kader-kader politisi perempuan ke depan bisa kita kaderkan dari Banom ini,” ujar Merci saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).
Menurut Merci, keberadaan Perempuan Bangsa dapat menjadi solusi dalam menjawab tantangan kaderisasi politik perempuan.
Dengan adanya wadah yang terstruktur, perempuan yang memiliki potensi dan keinginan terjun ke dunia politik dapat dibina dan dipersiapkan sejak dini.
Ia mengakui, selama ini banyak perempuan sebenarnya memiliki keinginan untuk masuk ke dunia politik, namun masih kebingungan mencari wadah yang dapat menjadi tempat belajar, berorganisasi, sekaligus mempersiapkan diri.
Karena itu, Perempuan Bangsa diharapkan hadir sebagai “rumah” bagi perempuan-perempuan tersebut.
“Kalau ada teman-teman perempuan yang ke depan mau maju menjadi calon legislatif, sudah ada rumahnya. Jadi tidak susah lagi untuk kita mencari kader perempuan,” katanya.
Merci mengaku optimistis setelah melihat antusiasme kaum perempuan yang ingin bergabung. Bahkan, dalam pertemuan dan diskusi yang telah dilakukan, sejumlah perempuan muda mulai menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dan belajar mengenai dunia politik.
Menurutnya, regenerasi harus dipersiapkan sejak sekarang agar ke depan muncul lebih banyak perempuan potensial yang siap mengambil peran dalam politik dan pemerintahan.
“Kami ini tidak mungkin terus menjadi DPR. Usia kami semakin bertambah. Kami harus kaderkan kamu-kamu yang muda. Sudah ada rumah ini, tinggal mari kita sama-sama membesarkan,” ungkapnya.
Tak Hanya Politik, Perempuan Pelaku UMKM Jadi Perhatian
Selain kaderisasi politik, Merci menegaskan bahwa Perempuan Bangsa juga akan memberikan perhatian terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi kaum perempuan, terutama mereka yang selama ini menjalankan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, masih banyak perempuan pelaku UMKM yang berjuang mengembangkan usaha secara mandiri dan membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas maupun mengakses berbagai program pemberdayaan.
Perempuan Bangsa diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampung aspirasi mereka sekaligus menjembatani kebutuhan tersebut melalui jaringan organisasi dan partai dari tingkat daerah hingga pusat.
“Kita lihat selama ini kaum perempuan, terutama mereka yang sudah bergelut di UMKM, banyak yang berjalan sendiri. Mungkin dengan adanya badan otonom partai ini, terutama Perempuan Bangsa, kita bisa membantu dan menyalurkan aspirasi yang mereka harapkan,” jelas Merci.
Ia mengatakan, apabila terdapat perempuan pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan, pihaknya akan berupaya membangun komunikasi dan memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai kemampuan organisasi.
Salah satunya melalui koordinasi dengan struktur PKB, baik di tingkat DPC, DPW maupun pusat.
Buka Ruang bagi Perempuan yang Ingin Terjun ke Politik
Merci menegaskan bahwa Perempuan Bangsa membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan yang ingin bergabung dan mengembangkan kapasitasnya.
Menurutnya, organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah yang inklusif dan mampu menghimpun perempuan dari berbagai latar belakang.
“Siapa pun boleh bergabung menjadi pengurus, bergabung menjadi anggota. Silakan, kita membuka ruang kepada siapa saja,” katanya.
Ia berharap perempuan yang memiliki cita-cita menjadi anggota legislatif tidak lagi merasa kebingungan mencari wadah untuk memulai perjalanan politik.
Perempuan Bangsa, kata Merci, dapat menjadi tempat untuk belajar berorganisasi, membangun jaringan, memahami politik, sekaligus mempersiapkan kader potensial untuk masa depan.
Ia menilai keberadaan organisasi perempuan yang kuat juga akan memudahkan proses pemenuhan dan penguatan keterwakilan perempuan dalam politik.
Setelah Dilantik, Konsolidasi hingga Daerah.
Merci mengatakan kepengurusan Perempuan Bangsa NTT dijadwalkan menjalani pelantikan pada 22 Juli 2026.
Setelah pelantikan, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur organisasi hingga ke kabupaten/kota dan tingkatan kepengurusan di bawahnya.
Merci mengatakan struktur kepemimpinan di sejumlah daerah telah mulai terbentuk. Selanjutnya, pengurus akan melakukan konsolidasi untuk melengkapi jajaran kepengurusan dan memperluas basis organisasi.
Setelah itu, pihaknya akan menyusun program kerja secara terarah, baik untuk jangka pendek maupun beberapa tahun ke depan.
“Saya pastikan setelah pulang dari pelantikan, kami akan menyusun program dulu. Bagaimana membentuk DPC-DPC dan pengurus-pengurusnya. Setelah itu kami sama-sama menyusun program kegiatan ke depan,” jelasnya.
Merci: Jangan Hanya Dibentuk, Harus Ada Aksi
Merci menegaskan dirinya tidak ingin Perempuan Bangsa hanya menjadi organisasi yang dibentuk secara administratif, tetapi kemudian tidak memiliki aktivitas nyata di tengah masyarakat.
Ia menginginkan organisasi tersebut bergerak melalui program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kaum perempuan.
“Saya tidak mau organisasi ini hanya dibentuk asal-asal saja. Dibentuk, terus kita tidak ada aksi apa-apa untuk masyarakat. Yang saya mau, setelah dibentuk dan dilantik adalah aksi,” tegas Merci.
Karena itu, setelah struktur organisasi terbentuk, program kerja akan diarahkan pada dua agenda besar, yakni pemberdayaan perempuan dan kaderisasi politik perempuan.
Penguatan organisasi hingga tingkat daerah juga diharapkan dapat menjadi mesin kaderisasi yang mampu menemukan perempuan-perempuan potensial di berbagai wilayah NTT.
Mereka nantinya dapat dibina dan dipersiapkan untuk mengambil peran lebih besar, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.
Dorong Kader Muda Loyal dan Bekerja untuk Rakyat
Merci juga memberikan pesan khusus kepada perempuan muda yang mulai bergabung agar memiliki komitmen dan loyalitas dalam berorganisasi.
Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi politik tidak seharusnya semata-mata didasarkan pada kepentingan finansial.
Ia mengajak para kader untuk terlebih dahulu membangun organisasi, bekerja untuk masyarakat, serta menjaga kepercayaan rakyat.
“Jangan melihat uang dulu. Kita datang bagaimana memperkuat, bagaimana kerja-kerja kita untuk membesarkan partai dan bagaimana kita bekerja untuk rakyat, sehingga partai ini masih bisa dipercaya oleh rakyat,” tegasnya.
Merci berharap kebangkitan Perempuan Bangsa di NTT tidak berhenti pada momentum pelantikan.
Ia ingin organisasi tersebut benar-benar bergerak hingga ke daerah, menjaring perempuan-perempuan potensial, membantu memperjuangkan aspirasi pelaku UMKM, serta membuka jalan bagi generasi perempuan muda yang ingin memasuki dunia politik.
Dengan penguatan organisasi dan kaderisasi yang dilakukan sejak dini, Merci optimistis ke depan PKB tidak akan kesulitan menemukan kader perempuan potensial untuk tampil dalam kontestasi politik.
Bagi Merci, Perempuan Bangsa bukan sekadar organisasi pelengkap dalam struktur partai, tetapi harus menjadi rumah kaderisasi dan pemberdayaan perempuan, tempat lahirnya generasi baru perempuan NTT yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan mengambil peran dalam pembangunan maupun dunia politik.
✒️: kl
