BOGOR – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafi'i menegaskan pemuda harus menjadi penjaga persatuan bangsa. Seruan itu mendapat dukungan Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, yang mengajak generasi muda menolak narasi kebencian dan menjadi agen perdamaian dalam Diklat Pratama Se-Indonesia Angkatan I DPP Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) di Bogor, Kamis (2/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Syafi'i atau Romo Syafi'i menekankan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, investasi dalam pembinaan dan kaderisasi pemuda menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar jika bangsa ini ingin tetap kuat menghadapi tantangan zaman.
Ia memberikan apresiasi kepada DPP GMPK yang dinilai konsisten membangun karakter, wawasan kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda melalui pendidikan kader.
"Langkah GMPK menggelar diklat ini patut diapresiasi tinggi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pembinaan generasi muda. Jika ingin melihat masa depan sebuah bangsa, maka lihatlah kualitas anak mudanya hari ini," tegas Romo Syafi'i.
Wamenag menjelaskan bahwa kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tidak terlepas dari kokohnya nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Trilogi Kerukunan Umat Beragama, yakni kerukunan di internal umat beragama, antarumat beragama, serta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, menjadi umat yang taat beragama tidak mengurangi sikap toleransi kepada pemeluk agama lain.
Dalam pemaparannya, Romo Syafi'i menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara dalam kehidupan demokrasi.
Namun, kritik harus disampaikan secara santun, berdasarkan data dan fakta, tanpa penghinaan, fitnah, maupun penyebaran narasi kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa.
"Masyarakat memiliki hak menyampaikan kritik. Namun semua itu harus dilakukan secara santun, berbasis data, tanpa menghina, mencaci ataupun menyebarkan kebencian," ujarnya.
Melalui sambungan telepon WhatsApp, Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Wilfridus Yons Ebit menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Diklat Pratama Se-Indonesia Angkatan I yang digelar DPP GMPK.
Menurutnya, materi yang disampaikan Wamenag menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan berbagai potensi perpecahan.
"Saya mengapresiasi DPP GMPK yang terus konsisten membangun kader muda yang memiliki semangat kebangsaan dan jiwa kepemimpinan. Generasi muda harus menjadi perekat persatuan, menjaga toleransi, dan menjadi pelopor perdamaian, bukan justru terjebak dalam narasi kebencian dan perpecahan," ujar Wilfridus Yons Ebit.
Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh seluruh program pembinaan generasi muda yang berorientasi pada penguatan karakter, semangat gotong royong, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan.
Yons Ebit berharap seluruh peserta diklat mampu kembali ke daerah masing-masing sebagai agen perubahan yang membawa semangat persatuan, toleransi, dan perdamaian untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Romo Syafi'i menutup pembekalannya dengan harapan agar seluruh kader GMPK menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan bangsa, serta membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan.
✒️: ***/Albert Cakramento
Deskripsi Penelusuran (±145 karakter)
Wamenag RI dan Wilfridus Yons Ebit mengajak generasi muda menjaga persatuan, menolak narasi kebencian, serta menjadi agen perdamaian.
URL SEO
https://news-daring.com/wamenag-pemuda-penjaga-persatuan-yons-ebit-tolak-narasi-kebencian.html
