Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tiga Hari Festival Budaya Manggarai, Sekda Kupang Tekankan Dampak Ekonomi UMKM

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T12:19:34Z

 


Kota Kupang, NTT Festival Budaya Etnis Manggarai "Naring Mori Agu Ngaran" yang digelar selama tiga hari di Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, dinilai bukan sekadar ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H. menegaskan bahwa penyelenggaraan festival dengan durasi tiga hari memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.


Jeffry Pelt menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Event Budaya Etnis Manggarai "Naring Mori Agu Ngaran" di Kelurahan Nunleu, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong agar setiap event budaya tidak hanya menjadi sarana melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.


"Tadi kita melihat banyak UMKM yang hadir di sekitar lokasi. Produk-produk yang dijual merupakan hasil karya masyarakat sendiri. Ini membuktikan bahwa kegiatan budaya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal," ujar Jeffry.


Ia mengatakan, pelaksanaan festival selama tiga hari memberi kesempatan lebih besar bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada pengunjung, sehingga perputaran uang di tingkat masyarakat semakin meningkat.


"Harapan kami, tiga hari pelaksanaan kegiatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain memperkenalkan budaya Manggarai, yang paling penting adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dapat terus meningkat," katanya.


Jeffry mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Kota Kupang, penyelenggaraan festival selama tiga hari dinilai lebih efektif dibandingkan satu atau dua hari karena mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


"Atas arahan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, kegiatan seperti ini akan terus dievaluasi dan diupayakan menjadi agenda tahunan. Tahun ini kami laksanakan selama tiga hari agar perputaran ekonomi benar-benar terasa dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku UMKM serta masyarakat sekitar," tegasnya.


Selain menggerakkan sektor UMKM, festival tersebut juga menjadi wadah memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai kepada masyarakat luas. Berbagai prosesi adat, kuliner tradisional, hingga produk kreatif masyarakat ditampilkan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.


Pemerintah Kota Kupang berharap konsep kolaborasi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi seperti ini terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari setiap penyelenggaraan event budaya di Kota Kupang.

✒️: kl