Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

59 Tahun Bertahan, Dua Ruang Kelas Tua SMA Kristen Siloam Ba’a Menanti Perhatian Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T09:48:57Z

 



ROTE NDAO, NTT, 14 Agustus 2026 — Dua ruang kelas di SMA Kristen Siloam Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, yang telah berdiri sejak 1967 kini memasuki usia 59 tahun dan kondisinya dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI, Simson Polin, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut.


Dalam kunjungan kerja tersebut, Simson Polin didampingi Ketua Yayasan Yapenkris Rote Ndao, Absalom Polin. Kedatangan mereka disambut langsung oleh kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA Kristen Siloam Ba’a.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kegiatan belajar mengajar sekaligus mengecek kondisi bangunan gedung dan ruangan yang digunakan oleh pihak sekolah.


Simson Polin tidak hanya melihat proses pembelajaran, tetapi juga meninjau kondisi fisik bangunan sekolah. Dari hasil peninjauan tersebut, terdapat dua ruang kelas yang menjadi perhatian karena telah digunakan sejak tahun 1967.


Bangunan yang telah berusia puluhan tahun tersebut kini berada dalam kondisi yang dinilai sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.


Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena ruang kelas merupakan salah satu fasilitas utama dalam menunjang proses pendidikan. Ruang belajar yang layak dan aman sangat dibutuhkan agar guru maupun siswa dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik.


Simson Polin menyampaikan bahwa kondisi dua ruang kelas tersebut perlu segera mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan.


Ia meminta agar kondisi bangunan tersebut dapat segera ditindaklanjuti, terutama terkait kebutuhan pembangunan kembali atau perbaikan ruang kelas yang sudah tidak layak digunakan.


Menurutnya, persoalan sarana dan prasarana pendidikan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan siswa serta guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.


Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Simson Polin untuk melihat secara langsung berbagai kebutuhan sekolah. Dengan turun ke lapangan, kondisi yang dihadapi sekolah dapat diketahui secara lebih jelas dan dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga legislatif.


Keberadaan dua ruang kelas yang dibangun sejak 1967 menjadi gambaran panjang perjalanan pendidikan di SMA Kristen Siloam Ba’a.


Selama puluhan tahun, ruang tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas pendidikan dan menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar bagi para siswa.


Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mengalami penurunan sehingga saat ini dinilai tidak lagi layak untuk digunakan.


Karena itu, kebutuhan pembangunan ruang kelas baru menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.


Simson Polin berharap Dinas Pendidikan Provinsi NTT dapat segera melakukan tindak lanjut terhadap kondisi tersebut sehingga sekolah tidak harus terus menggunakan ruang kelas yang kondisinya sudah tidak memadai.


Ia juga menegaskan pentingnya pemerintah memastikan setiap satuan pendidikan mendapatkan fasilitas yang layak, terutama sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.


Kunjungan Simson Polin ke SMA Kristen Siloam Ba’a tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan kondisi bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi secara langsung dari lingkungan pendidikan.


Kepala sekolah, para guru dan siswa menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah serta kebutuhan yang masih harus dipenuhi.


Bagi Simson, kunjungan langsung ke sekolah diperlukan agar setiap persoalan tidak hanya diketahui melalui laporan, tetapi dapat dilihat dan dirasakan secara langsung di lapangan.


Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan sekolah dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan kepada pemerintah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.


Bagi para siswa SMA Kristen Siloam Ba’a, keberadaan ruang kelas yang layak bukan sekadar persoalan bangunan.


Ruang kelas merupakan tempat mereka belajar, berdiskusi, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.


Setelah bertahan selama 59 tahun, dua ruang kelas yang dibangun sejak 1967 kini membutuhkan perhatian serius.


Harapan sekolah adalah agar pemerintah dapat segera memberikan solusi sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman dan layak.


Simson Polin pun menyampaikan agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT.


Kunjungan kerja itu akhirnya membawa satu pesan penting: perjalanan panjang sebuah sekolah harus diikuti dengan perhatian terhadap fasilitas pendidikannya.


Setelah 59 tahun bertahan, dua ruang kelas tua SMA Kristen Siloam Ba’a kini menanti perhatian pemerintah agar generasi yang belajar di dalamnya dapat memperoleh ruang pendidikan yang lebih layak.

✒️: kl