Labuan Bajo,NTT — Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung di tengah masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan membawa bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang senilai Rp635 juta.
Perjalanan dari Kupang menuju Flores ditempuh Christian bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan persaudaraan bahwa masyarakat Flores yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di kota ujung barat Pulau Flores tersebut, ia langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Kehadiran Wali Kota Kupang menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Setelah menyerahkan bantuan di Labuan Bajo, perjalanan Christian belum berakhir. Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan waktu tempuh sekitar empat jam melalui jalur yang berliku.
Perjalanan hingga malam hari tidak menyurutkan langkahnya untuk memastikan bantuan kemanusiaan dari Kota Kupang dapat hadir langsung di tengah masyarakat.
Sekitar pukul 21.00 WITA, Christian tiba di Ruteng. Meski telah menempuh perjalanan panjang, ia tidak langsung beristirahat.
Christian kembali mendatangi posko dan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa.
Dua titik kunjungan dalam satu hari, yakni Labuan Bajo pada sore hari dan Ruteng pada malam hari, menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan Christian Widodo untuk memastikan bantuan dari Kota Kupang sampai kepada masyarakat Flores.
Bantuan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang mencapai Rp635 juta.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan sekitar Rp135 juta yang berasal dari donasi masyarakat dalam aksi sosial saat Wali Kota Kupang melakukan aksi naik ring tinju di arena pameran serta kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.
Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Bagi Christian, bantuan kemanusiaan tidak semata-mata berbicara mengenai besarnya anggaran. Lebih dari itu, ada pesan persaudaraan dan kepedulian yang ingin disampaikan kepada masyarakat terdampak.
“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.
Kehadiran Christian secara langsung di Labuan Bajo dan Ruteng juga menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak boleh berhenti karena batas administratif.
Bagi masyarakat Kota Kupang, penderitaan yang dialami saudara-saudara mereka di Flores merupakan duka bersama.
“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.
Perjalanan dari Labuan Bajo pada sore hari hingga Ruteng pada malam hari menjadi gambaran bagaimana bantuan kemanusiaan tidak hanya dikirim, tetapi juga diantar dengan kehadiran langsung.
Christian ingin memastikan masyarakat terdampak gempa merasakan bahwa mereka tetap mendapat perhatian dan dukungan dari saudara-saudara mereka di Kota Kupang.
Dari Kupang menuju Flores, bantuan senilai Rp635 juta itu membawa pesan yang lebih besar: di tengah guncangan bencana, saudara-saudara di Flores tidak berjalan sendirian.
✒️: kl
