Maumere, NTT, 15 Agustus 2026 — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), PDI Perjuangan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak dengan membuka Dapur Umum BAGUNA di Maumere, Kabupaten Sikka.
Dapur umum tersebut dipusatkan di Kantor Sekretariat PDI Perjuangan di Jalan Waiklau, Maumere. Dari lokasi tersebut, para relawan BAGUNA bergotong royong menyiapkan makanan untuk warga yang mengungsi maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan setelah gempa.
Respons cepat tersebut menjadi perhatian masyarakat di tengah situasi darurat pascagempa. Relawan tidak hanya menyiapkan makanan, tetapi juga bergerak langsung mendistribusikannya kepada warga terdampak.
Salah satu momen yang mendapat perhatian terjadi ketika Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, turun langsung menemui masyarakat yang mengungsi di depan Kantor Bupati Sikka.
Stefanus mengajak para pengungsi menuju Posko BAGUNA PDI Perjuangan di Jalan Waiklau. Ia juga turut membagikan makanan kepada warga yang sejak pagi berada dalam kondisi sulit setelah gempa.
Sejumlah warga mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan melalui Dapur Umum BAGUNA.
Salah seorang warga mengatakan bantuan makanan tersebut sangat berarti karena sejak pagi mereka belum mendapatkan makanan dalam kondisi kepanikan pascagempa.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PDI Perjuangan yang sudah memberikan perhatian khusus kepada kami. Dari pagi sampai sekarang kami belum makan. Di tengah situasi panik seperti ini, kami merasa terharu masih ada yang memperhatikan kami,” ungkap warga.
Selain makanan, warga juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya, terutama selimut dan terpal untuk melindungi mereka selama berada di lokasi pengungsian.
“Kami juga meminta kalau bisa diberikan selimut dan terpal, karena kami masih berada di tempat pengungsian dan sangat membutuhkan perlindungan,” harapnya.
Bagi masyarakat terdampak, bantuan makanan tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan dasar. Di tengah rasa takut dan ketidakpastian setelah gempa, kehadiran relawan memberikan dukungan moral kepada warga yang sedang menghadapi situasi darurat.
Dapur Umum BAGUNA di Jalan Waiklau terus beroperasi. Para relawan bergotong royong memasak, menyiapkan makanan, kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi bersama relawan BAGUNA juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.
Gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores menyebabkan masyarakat di sejumlah lokasi memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
Dalam situasi tersebut, kebutuhan makanan, air minum, tempat berlindung, selimut dan terpal menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang belum dapat kembali ke rumah.
Dapur Umum BAGUNA hadir untuk membantu memenuhi salah satu kebutuhan mendesak tersebut, yakni makanan bagi warga terdampak.
Gerakan relawan di Jalan Waiklau juga menjadi bagian dari solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana yang melanda Flores.
Saat tanah Flores berguncang, bantuan kemanusiaan menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pembukaan Dapur Umum BAGUNA menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya membantu warga melewati masa sulit.
Dari Jalan Waiklau, para relawan terus memasak dan membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gempa membuat warga panik, tetapi kepedulian dan gotong royong memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk menghadapi situasi tersebut.
Bagi para pengungsi, bantuan yang datang bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
✒️: Albert Cakramento
