Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Update Terbaru Gempa Flores: 33 Orang Meninggal Dunia, 23 Luka-Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T08:44:40Z

 



Maumere, NTT— Update terbaru gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat korban meninggal dunia mencapai 33 orang dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka. Data sementara tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026), bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT untuk memantau langsung penanganan pascagempa.


Gubernur mengatakan pemerintah terus memperbarui data korban jiwa, korban luka-luka, serta kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pencarian, evakuasi, pendataan, verifikasi, dan penanganan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.


Berdasarkan data sementara yang diterima Pemerintah Provinsi NTT hingga saat peninjauan, 33 orang meninggal dunia, masing-masing 3 orang di Kabupaten Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat.


Sementara itu, 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari 6 orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Kabupaten Ende, dan 4 orang di Kabupaten Manggarai.


Gubernur Melki Laka Lena bersama Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, pimpinan DPRD NTT, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak.


“Hari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT, saat ini memantau penanganan bencana gempa Flores,” ujar Melki.


Menurut Gubernur, koordinasi penanganan dilakukan secara intensif melalui seluruh jajaran pemerintahan, TNI dan Polri hingga tingkat kabupaten.


“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan,” katanya.


Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur di beberapa wilayah Flores.


Di Kabupaten Sikka, salah satu fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.


Sejumlah ruas jalan terdampak longsoran akibat gempa mulai ditangani pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores.


Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga terus dilakukan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik mulai kembali mendapatkan pasokan listrik, sementara jaringan telekomunikasi secara bertahap dipulihkan.


Gubernur memastikan seluruh sumber daya pemerintah bersama unsur Forkopimda dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat.


Selain pencarian dan evakuasi korban, kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi menjadi perhatian utama pemerintah.


Melki mengatakan tim SAR terus diarahkan untuk membantu penanganan korban yang kemungkinan masih terjebak di dalam bangunan.


Pemerintah juga memastikan masyarakat yang rumahnya tidak dapat digunakan mendapatkan kebutuhan dasar berupa makanan dan minuman, tempat tinggal sementara, tenda, serta selimut.


Gubernur meminta seluruh unsur yang terlibat tidak menunggu bantuan dari luar daerah apabila kebutuhan mendesak sebenarnya sudah tersedia di daerah.


“Sekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan. Kemudian memastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik,” ujarnya.


Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.


Gubernur menegaskan bahwa keputusan mengenai status bencana nasional merupakan kewenangan pemerintah pusat.


“Data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu pemerintah pusat yang memutuskan,” kata Melki.


Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT telah memproses penetapan status bencana provinsi.


“Kalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi,” ujarnya.


Pemerintah pusat juga dijadwalkan mengirimkan jajaran terkait untuk melihat langsung kondisi di NTT sekaligus memberikan dukungan terhadap penanganan bencana.


Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa angka 33 orang meninggal dunia dan 23 orang luka-luka merupakan data sementara.


Proses pencarian, evakuasi, pendataan dan verifikasi masih berlangsung di wilayah-wilayah terdampak. Karena itu, jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa Flores masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.


Kehadiran Gubernur bersama Forkopimda di Maumere menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu dan tepat sasaran, sekaligus memastikan masyarakat Flores mendapatkan dukungan selama masa tanggap darurat.

✒️: kl