Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Setelah Diadukan ke AWAS, Camat Lela Temui Langsung Warga Dusun Tiget

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T09:52:54Z

 



Maumere, NTT Pengaduan masyarakat Dusun Tiget, Desa Kolidetung, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, yang disampaikan kepada AWAS Maumere, akhirnya mendapat tindak lanjut.


Camat Lela, Yohanes Konstantius Saru, turun langsung menemui warga untuk melakukan konfirmasi sekaligus melihat kondisi masyarakat pascagempa, Jumat (28/8/2026).


Pertemuan tersebut turut dihadiri Pj. Kepala Desa Kolidetung Sumarni Elnis, Kepala Dusun Tiget Lutgardus Ngaba, Kasi Trantib Kecamatan Lela Charles Idung, serta masyarakat Dusun Tiget.


Dalam pertemuan itu, pemerintah bersama masyarakat melakukan klarifikasi terhadap informasi dan data yang sebelumnya disampaikan melalui pengaduan masyarakat.


Hasil konfirmasi mencatat, Dusun Tiget memiliki 43 kepala keluarga dengan total 156 jiwa.


Sementara dari data kerusakan bangunan yang diklarifikasi, terdapat 7 rumah rusak ringan di Dusun Tiget, 5 rumah di Dusun Pedang Poar, serta satu kamar mandi di Dusun Nanga.


Untuk kelompok rentan, tercatat 6 balita dan satu ibu hamil. Sementara data mengenai jumlah lanjut usia (lansia) masih dalam proses pendataan.


Secara umum, masyarakat masih menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, terdapat dua kepala keluarga yang untuk sementara tinggal bersama keluarga lainnya.


Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa bantuan yang mereka terima sejauh ini baru satu kali, yakni bantuan dari Polres Sikka.


Meski demikian, warga menegaskan bahwa persoalan yang mereka rasakan bukan semata-mata mengenai bantuan.


Masyarakat menyampaikan bahwa mereka lebih membutuhkan kehadiran pemerintah untuk datang, melihat dan mendengarkan secara langsung kondisi yang mereka alami.


Kehadiran Camat Lela Yohanes Konstantius Saru mendapat apresiasi dari warga. Masyarakat menyampaikan terima kasih karena pemerintah hadir secara langsung dan memberikan ruang bagi mereka untuk berdialog.


Sejumlah warga bahkan mengaku merasa simpati dan bahagia karena dapat bertemu langsung dengan camat serta menyampaikan kondisi mereka secara terbuka.


Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, masyarakat juga menyampaikan permohonan maaf atas adanya kekeliruan informasi dan data yang sebelumnya disampaikan melalui pengaduan kepada AWAS.


Klarifikasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang beredar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.


Camat Lela Yohanes Konstantius Saru juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kelanjutan aktivitas setelah gempa.


Masyarakat diingatkan untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan faktor keselamatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar.


Pertemuan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan.


Tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan kepada AWAS tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dan pemerintah dalam proses klarifikasi serta dialog secara langsung.


Dari pertemuan tersebut, terlihat bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan bantuan material. Warga juga membutuhkan kehadiran pemerintah untuk melihat langsung kondisi mereka, mendengarkan keluhan, serta memberikan arahan dan perhatian.


Bagi warga Dusun Tiget, kehadiran Camat Lela menjadi bentuk perhatian pemerintah yang memberikan rasa lega sekaligus kebahagiaan.


Ketika masyarakat mengadu, pemerintah datang. Ketika pemerintah hadir, masyarakat merasa didengar.

✒️: Albert Cakramento