Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Satu Tahun lebih Tanpa Arah: Aktivis Sikka Filipus Kako Pati Soroti Kinerja Gubernur NTT yang Lebih Fokus Konten Dibanding Perubahan Real

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T11:41:20Z

Oleh: Filibuster Kako Pati (Fill Pati)

Aktivis Sikka / Mantan Ketua BEM UNIPA Maumere & mantan Presidium Germas PMKRI Maumere


​MAUMERE — Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam satu tahun masa jabatannya mendapat kritik tajam dari Aktivis Asal Sikka, Filipus Kako Pati, yang akrab disapa Fill Pati. Ia menilai kepemimpinan Gubernur NTT saat ini gagal membawa perubahan substantif dan justru memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Ya kita ketahui bersama bahwa data yang dirilis BPS provinsi tahun ini menujukan beberapa indikator yang mengalami tren negatif yang memprihatinkan. "Ungkap Fill Pati"


Fill Pati yang juga mantan Ketua BEM Universitas Nipa Indonesia (UNIPA) Maumere sekaligus mantan Presidium GERMAS PMKRI Maumere, Filipus Kako Pati (Fill Pati), menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan dan kinerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lebih dari satu tahun menjabat.


​Fill Pati menilai, kepemimpinan Gubernur NTT saat ini belum membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Kebijakan yang diambil dinilai minim inovasi dan lebih terfokus pada kegiatan seremonial serta konten pencitraan ketimbang menyelesaikan persoalan mendasar di tengah masyarakat.


​"bagi saya Gubernur NTT gagal dalam memimpin daerah ini. Hal itu dibuktikan langsung oleh indikator-indikator ekonomi dan sosial yang tidak kunjung membaik, mulai dari angka kemiskinan yang meningkat, daya beli masyarakat yang menurun, bertambahnya pengangguran, hingga pembangunan infrastruktur dasar yang tidak menunjukkan progres signifikan," tegas Fill Pati.


​Kritik tersebut diperkuat oleh rincian data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT terkait angka ​Kemiskinan dan pengangguran di NTT yg mengalami kenaikan.


​Berdasarkan data BPS NTT, tingkat kemiskinan di NTT pada Maret 2026 tercatat sebesar 17,52% atau setara dengan 1,03 hingga 1,04 juta jiwa. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen poin jika dibandingkan dengan posisi September 2025 yang berada di level 17,50%. Kenaikan ini dipicu oleh besarnya tekanan harga dan melemahnya daya beli masyarakat di tingkat tapak.


​semnatara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTT Data BPS NTT menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTT pada Mei 2026 berada pada angka 3,26%. Angka pengangguran tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,10 persen poin dari periode Februari 2026 yang sebesar 3,16%, mengindikasikan bertambahnya jumlah pengangguran di daerah.


​Fil juga mengkritik Gubernur yang tidak mampu membangun Infrastruktur Dasar di daerah NTT:


Menurut Fill, tidak ada progres pembangunan jalan dan juga infrastruktur dasar lainnya yang kelihatan selama setahun belakngan ini. "Gubernur tidak bisa memberi alasan karna efisiensi dan dana transfer daerah yang berkurang dari pusat." itu berarti ketidakmampuan Gubernur dan kurangnya Inovasi Gubernur dalam menaikan PAD kita. Tegas Fill Pati.


​Fill Pati mendesak agar Gubernur NTT segera mengevaluasi pola kepemimpinannya dan menghentikan kegiatan-kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Pemerintah Provinsi NTT diharapkan dapat menghadirkan terobosan kebijakan yang nyata, berorientasi pada pemerataan pembangunan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja guna mengentaskan kemiskinan di NTT.