Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

SMKN 5 Kupang Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores, Bantuan Disalurkan Melalui Posko BPBD NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T04:02:57Z

 



Kupang, NTT— Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores ditunjukkan keluarga besar SMK Negeri 5 Kupang. Sekolah tersebut mengajak siswa dan guru untuk berdonasi guna membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.


Plt. Kepala SMKN 5 Kupang, Jack Bura, mengatakan bantuan hasil donasi tersebut akan diserahkan pada Rabu (26/8/2026) melalui Posko Bencana di Kantor BPBD Provinsi NTT.


“Baik, terkait dengan keprihatinan bencana yang ada di Flores, SMK Negeri Lima Kupang hari Senin kemarin mengajak siswa maupun guru untuk berdonasi, sehingga setidaknya kita sedikit berkontribusi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Flores,” ujar Jack kepada media ini, Rabu (26/8/2026).

 

Menurut Jack, bantuan yang disiapkan keluarga besar SMKN 5 Kupang berupa barang kebutuhan untuk korban gempa sebanyak satu unit kendaraan pick-up. Bantuan tersebut selanjutnya diserahkan melalui Posko Bencana di Kantor BPBD Provinsi NTT.


Jack menegaskan, pihak sekolah tidak menetapkan besaran donasi yang harus diberikan, baik kepada siswa maupun guru.


Setiap warga sekolah diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing.


“Kita tidak patok, baik guru maupun peserta didik. Nominalnya sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan. Jadi baik siswa maupun guru, seikhlasnya yang mau kita terima,” jelasnya.

 

Ia menyebut antusiasme siswa dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Meskipun kontribusi setiap siswa berbeda-beda, partisipasi tersebut menunjukkan kepedulian mereka terhadap saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.


Menurut Jack, sumbangan siswa diberikan secara sukarela. Ada siswa yang menyisihkan uang sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Penggalangan donasi melibatkan siswa kelas X dan XI. Sementara siswa kelas XII untuk sementara tidak dilibatkan karena sedang menjalani kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).


Untuk kalangan guru, mekanisme donasi juga dilakukan secara sukarela tanpa penetapan nominal tertentu.


Jack mengatakan, bantuan yang telah dikumpulkan tersebut akan diserahkan melalui Posko Bencana di Kantor BPBD Provinsi NTT.


Penyerahan pada Rabu (26/8/2026) menjadi bentuk kepedulian keluarga besar SMKN 5 Kupang terhadap masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa.


Proses penggalangan donasi sebelumnya telah disampaikan kepada para wali kelas agar informasi tersebut diteruskan kepada siswa dan orang tua.


“Kita sebelum aksi donasi itu, saya sudah imbau lewat grup. Saya minta para wali kelas mengimbaukan kepada anak wali di grup yang sudah terkoneksi dengan orang tua, sehingga orang tua juga tahu kalau ada aksi donasi itu,” jelasnya.

 

Melalui penyaluran lewat posko bencana, bantuan dari lingkungan sekolah diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah Flores yang membutuhkan.


Menurut Jack, aksi sosial tersebut bukan hanya tentang mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.


Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, termasuk berbagi sesuai kemampuan.


“Ini juga untuk menanamkan nilai kepada peserta didik tentang kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

 

Bagi SMKN 5 Kupang, bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat akibat bencana. Namun, kepedulian yang tumbuh dari lingkungan sekolah menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi situasi sulit ini seorang diri.


Keluarga besar SMKN 5 Kupang memilih berbagi sekaligus mengajarkan kepada generasi muda bahwa solidaritas tidak hanya menjadi sebuah nilai yang dipelajari, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.


Dari lingkungan sekolah di Kupang, kepedulian bergerak menuju Flores—membawa pesan sederhana bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan tetap memiliki arti bagi mereka yang sedang menghadapi bencana.

✒️: kl