Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Datang Saat Flores Terluka, RSA Laksamana Malahayati Pulang Membawa Doa

Rabu, 30 September 2026 | September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T09:38:40Z


Maumere, NTT, 30 September 2026 — Ketika gempa mengguncang Flores dan meninggalkan luka bagi masyarakat, sebuah rumah sakit datang bukan sekadar membawa tenaga medis, tetapi juga membawa misi kemanusiaan.


Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati hadir di tengah masyarakat terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis selama masa tanggap darurat.


Kini, setelah menyelesaikan rangkaian pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah Flores, tim RSA Laksamana Malahayati dijadwalkan kembali berlayar menuju Jakarta.


Kepergian tim medis tersebut meninggalkan kesan mendalam.


Ucapan terima kasih dan apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa.


Yunus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSA Laksamana Malahayati yang telah hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Flores selama masa tanggap darurat gempa.


Menurut Yunus, kehadiran tim medis di tengah situasi darurat memiliki arti yang sangat besar bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.


“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati atas pelayanan dan kepeduliannya selama masa tanggap darurat gempa Flores.”


Bagi Yunus, pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada tindakan medis semata.


Para tenaga kesehatan hadir dengan membawa keahlian, waktu, tenaga, dan ketulusan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Kehadiran dan pelayanan tim medis di tengah situasi darurat sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak bencana.”


Kehadiran RSA Laksamana Malahayati menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kemanusiaan pascagempa di Flores.


Setelah tiba di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, tim kemudian menjalankan rangkaian pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Misi tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga bergerak mendekati masyarakat pesisir dan kepulauan.


Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.


Faktor jarak, transportasi, dan kondisi geografis membuat akses masyarakat terhadap layanan medis tidak selalu mudah.


Dalam kondisi seperti itu, kehadiran tim kesehatan secara langsung menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Salah satu rangkaian pelayanan dilakukan di Pulau Palue.

Setelah menghadapi tantangan teknis untuk menjangkau wilayah tersebut, pelayanan akhirnya dilaksanakan di Puskesmas Palue Dan Tuanggeo.


Masyarakat pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.


Dari satu titik pelayanan ke titik lainnya, para tenaga kesehatan terus menjalankan tugas kemanusiaan mereka.


Pelayanan kesehatan yang diberikan RSA Laksamana Malahayati menjadi salah satu bentuk bantuan yang dirasakan langsung masyarakat.


Di tengah kondisi pascabencana, ketika sebagian warga masih menghadapi berbagai keterbatasan, pelayanan medis secara gratis menjadi sangat berarti.


Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya.


Lebih dari sekadar memberikan pengobatan, kehadiran tenaga kesehatan juga memberikan rasa diperhatikan kepada masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari situasi bencana.


Karena itu, bagi sejumlah pihak, kedatangan RSA Laksamana Malahayati bukan sekadar misi pelayanan medis.


Kehadirannya menjadi simbol solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores.


Sementara itu, ucapan terima kasih juga mengalir kepada Megawati Soekarnoputri bersama seluruh jajaran PDI Perjuangan atas dukungan menghadirkan RSA Laksamana Malahayati untuk melayani masyarakat Flores.


Berbagai pihak menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian tersebut, khususnya karena rumah sakit apung itu hadir langsung di wilayah terdampak dan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.


Bagi masyarakat, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri karena menyentuh kebutuhan yang sangat mendasar setelah bencana, yakni kesehatan.


Kehadiran RSA Laksamana Malahayati juga memperlihatkan bahwa pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan.


Ucapan terima kasih tersebut ditujukan bukan hanya kepada pihak yang mendukung keberangkatan kapal rumah sakit, tetapi juga kepada seluruh dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, serta seluruh kru yang selama berada di Flores menjalankan tugas kemanusiaan.


Yunus Takandewa kembali menyampaikan penghargaan atas waktu, tenaga, dan ketulusan yang telah diberikan tim RSA Laksamana Malahayati.


“Terima kasih atas pengabdian dan kepedulian yang telah diberikan selama berada di Flores.


Terima kasih atas waktu, tenaga, dan ketulusan yang telah diberikan untuk Flores.”


Menurutnya, pengabdian para tenaga kesehatan tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Flores melewati masa tanggap darurat dan memasuki proses pemulihan pascabencana.


Gempa memang meninggalkan luka, tetapi di tengah situasi tersebut hadir pula solidaritas dari berbagai pihak.


Tenaga kesehatan datang. Pelayanan diberikan. Masyarakat didatangi.


Dan bagi mereka yang menerima pelayanan, kehadiran tersebut menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak sendirian menghadapi masa sulit.


Setelah menyelesaikan rangkaian misi pelayanan kesehatan, RSA Laksamana Malahayati kini bersiap meninggalkan Flores dan kembali menuju Jakarta.


Kapal yang datang membawa misi pelayanan kesehatan itu akan kembali berlayar setelah menyelesaikan tugas kemanusiaannya.

Yunus pun menitipkan doa kepada seluruh tim.


“Selamat berlayar kembali ke Jakarta. Semoga perjalanan berjalan lancar dan segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal yang berarti.”

Kepergian mereka bukan berarti berakhirnya cerita.


Sebab, bagi masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan, akan selalu ada kenangan tentang sebuah rumah sakit apung yang datang ketika Flores sedang membutuhkan.


Sebuah kapal yang membawa dokter dan tenaga kesehatan.

Sebuah misi yang menghadirkan pelayanan secara gratis.


Dan sebuah pengabdian yang meninggalkan jejak kemanusiaan.

Mereka datang ketika Flores membutuhkan.


Mereka melayani ketika masyarakat terdampak gempa. Kini mereka berlayar pulang membawa doa dan ucapan terima kasih dari masyarakat Flores.


Terima kasih Ibu Megawati Soekarnoputri. Terima kasih PDI Perjuangan. Terima kasih seluruh tim RSA Laksamana Malahayati.

Terima kasih telah hadir untuk Flores.

✒️; Albert Cakramento