Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

IPAL Puskesmas Tuanggeo Diduga Digondol, Barang Ditemukan di Rumah Warga, Polisi Turun Tangan

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T09:24:49Z


Maumere,NTT, 24 September 2026 — Di tengah masyarakat Pulau Palue yang masih berjuang menghadapi situasi bencana, muncul persoalan yang menyita perhatian di salah satu fasilitas kesehatan.


Sejumlah peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Puskesmas Tuanggeo, Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, diduga dicuri.


Peralatan yang dilaporkan hilang tersebut kemudian ditemukan di rumah seorang warga.


Kasus ini telah dilaporkan secara resmi kepada kepolisian. Sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara telah diamankan sebagai barang bukti, sementara pihak yang dilaporkan telah diamankan untuk kepentingan proses hukum.


Berdasarkan laporan polisi yang diperoleh media ini, dugaan pencurian tersebut terjadi pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 07.20 WITA di lingkungan Puskesmas Tuanggeo.


Laporan resmi dibuat pada Selasa, 15 September 2026 oleh Petrus Herlemus, yang dalam laporan tercatat sebagai pelapor dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.


Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP/B/3/IX/2026/SPKT/POLSEK NELLE/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.


Dalam laporan tersebut, pihak yang dilaporkan tercatat dengan inisial M.E.T.

Saksi Melihat Terlapor di Atas Tandon

Peristiwa tersebut bermula ketika dua orang saksi sedang mencari kayu bakar di sekitar Puskesmas Tuanggeo.


Dalam uraian laporan polisi disebutkan, kedua saksi melihat pihak yang dilaporkan berada di atas tandon air yang berada di sekitar lingkungan Puskesmas.


Kedua saksi kemudian meninggalkan lokasi menuju posko pengungsian dan menyampaikan informasi tersebut kepada pihak Puskesmas.


Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada aparat di Pospol Palue.


Pihak Puskesmas bersama anggota Pospol kemudian melakukan pengecekan ke rumah pihak yang dilaporkan.


Dari pengecekan tersebut, ditemukan sejumlah peralatan yang dalam laporan polisi disebut sebagai bagian dari proyek IPAL Puskesmas Tuanggeo.


Barang-barang tersebut antara lain:


1 unit pompa ejektor;

5 buah MCB;

1 buah timer pompa;

8 buah sekring beserta dudukannya;

1 buah water level; dan

1 buah KWh meter digital.


Dalam laporan polisi, nilai kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp43.875.000.


Atas kejadian tersebut, pihak Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka kemudian membuat laporan resmi ke SPKT Polsek Nelle.


Untuk mendapatkan penjelasan dari pihak yang berkaitan langsung dengan fasilitas kesehatan tersebut, media ini berupaya meminta tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka melalui pesan WhatsApp.


Konfirmasi dikirim pada Kamis, 24 September 2026 pukul 08.36 WITA.


Pesan tersebut kemudian diketahui telah dibaca pada pukul 11.32 WITA.


Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau jawaban dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka atas pertanyaan yang disampaikan media ini terkait dugaan hilangnya sejumlah peralatan IPAL Puskesmas Tuanggeo.


Karena belum memperoleh tanggapan dari pihak Dinas Kesehatan, media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada Polres Sikka untuk memastikan perkembangan perkara tersebut.


Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencurian peralatan IPAL Puskesmas Tuanggeo.


Leonardus menjelaskan bahwa perkara tersebut telah ditangani oleh aparat kepolisian.


Sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara tersebut juga telah diamankan untuk kepentingan proses hukum.


Sementara pihak yang dilaporkan telah diamankan oleh Polres Sikka guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


Menurut Leonardus, penanganan perkara tersebut masih berlangsung melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan.


Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi ketika masyarakat Palue masih berada dalam situasi bencana.


Puskesmas merupakan salah satu fasilitas vital bagi masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat ketika kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan dan sanitasi menjadi semakin penting.


Karena itu, dugaan hilangnya sejumlah peralatan pendukung IPAL dengan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai Rp43,875 juta memunculkan sejumlah pertanyaan.


Bagaimana peralatan tersebut bisa keluar dari lingkungan Puskesmas?

Apa yang sebenarnya terjadi pada 10 September 2026?

Dan apakah hilangnya peralatan tersebut berdampak terhadap fungsi IPAL Puskesmas Tuanggeo?


Jawaban atas pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.


Dengan adanya laporan resmi, barang bukti yang telah diamankan, serta pihak yang dilaporkan berada dalam penanganan kepolisian, proses selanjutnya menjadi kewenangan aparat untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.


Penyelidikan dan penyidikan akan menentukan bagaimana peristiwa tersebut terjadi serta apakah unsur pidana dalam perkara tersebut terpenuhi.


Media ini juga tetap membuka ruang bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan mengenai perkara tersebut.

✒️: Albert Cakramento