Maumere, NTT, 4 September 2026 — Gempa telah berlalu, tetapi perjuangan sebagian warga untuk bangkit masih terus berjalan.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kepedulian terhadap masyarakat terdampak kembali ditunjukkan Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sikka.
Di bawah kepemimpinan Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, PHRI kembali turun langsung menemui warga dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.
Bantuan tidak hanya berhenti di satu titik. Dari kawasan permukiman di Kelurahan Waioti hingga wilayah pesisir Desa Langir, Kecamatan Kangae, gerakan kepedulian tersebut terus bergerak.
Pada Kamis, 3 September 2026, BPC PHRI Sikka menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur.
Sebanyak 9 paket bantuan disalurkan kepada warga di dua wilayah.
Rinciannya, 7 paket bantuan untuk warga RT 01/RW 01, sementara 2 paket bantuan disalurkan kepada warga RT 15/RW 05.
Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang masih merasakan dampak gempa, termasuk masyarakat yang mengalami kerusakan pada bagian rumah serta warga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran PHRI secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan, bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga semangat kepada warga agar terus bangkit.
Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian PHRI terhadap masyarakat yang terdampak gempa.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PHRI. Mudah-mudahan paket sembako ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga dan memberikan sedikit kekuatan bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Menurut Raden Agus, masyarakat masih membutuhkan dukungan dan semangat dalam menjalani proses pemulihan.
Bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, kehadiran dan perhatian menjadi bagian penting untuk memberikan kekuatan kepada warga yang sedang berusaha menata kembali kehidupan setelah bencana.
Bagi PHRI, membantu masyarakat bukan sekadar menyerahkan paket sembako.
Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan.
Setelah penyaluran bantuan di Kelurahan Waioti pada Kamis, gerakan kepedulian PHRI kembali berlanjut pada Jumat pagi, 4 September 2026.
Kali ini, bantuan diarahkan kepada masyarakat pesisir di RT 001, Desa Langir, Kecamatan Kangae.
Masyarakat pesisir juga menjadi bagian dari warga yang merasakan dampak gempa dan masih menjalani proses pemulihan.
Dalam kondisi tersebut, bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan yang berarti bagi keluarga penerima manfaat.
Pergerakan dari Waioti hingga pesisir Kangae menunjukkan bahwa kepedulian dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga penerima manfaat, bantuan yang diberikan PHRI memiliki arti lebih dari sekadar paket sembako.
Kehadiran pengurus PHRI yang datang langsung menemui masyarakat menjadi bentuk perhatian yang sangat dihargai.
“Yang kami syukuri bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi juga kepedulian dan perhatian kepada kami. Terima kasih karena sudah datang dan melihat kondisi kami,” ungkap salah seorang warga.
Warga berharap kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak dapat terus tumbuh selama proses pemulihan berlangsung.
Sebab, dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi penyemangat bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kepedulian PHRI sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Ketua RT 001 Kelurahan Waioti, Pius Site.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BPC PHRI Sikka atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PHRI atas kepeduliannya kepada warga kami yang terdampak gempa. Bantuan ini sangat berarti dan tentu sangat membantu masyarakat,” ujar Pius.
Ia berharap kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak dapat terus terjaga selama proses pemulihan berlangsung.
Gerakan kepedulian BPC PHRI Sikka juga mendapat dukungan dari Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Liyanto.
Dukungan tersebut diteruskan melalui jajaran PHRI hingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen PHRI untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Gempa boleh berlalu, tetapi bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan dan kehidupannya terdampak, proses pemulihan masih terus berlangsung.
Masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Masih ada rumah yang harus diperbaiki. Dan masih ada warga yang membutuhkan dukungan.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan tersendiri.
PHRI Sikka melalui Raden Agus Wijaya memilih untuk bergerak.
Dari 7 paket bantuan untuk RT 01/RW 01, 2 paket untuk RT 15/RW 05 di Kelurahan Waioti, hingga bantuan bagi masyarakat pesisir RT 001 Desa Langir, kepedulian terus disalurkan.
Bantuan mungkin sederhana.
Namun perhatian yang menyertainya memiliki arti besar bagi masyarakat penerima.
Sebab, proses pemulihan bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga membutuhkan semangat, kebersamaan dan rasa saling peduli.
Gempa boleh berlalu, tetapi semangat untuk bangkit harus terus menyala.
PHRI Sikka memilih hadir dan bergerak bersama masyarakat, membawa bantuan sekaligus pesan kemanusiaan bahwa dalam menghadapi masa sulit, kebersamaan adalah kekuatan.
