Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ini Pesan Megawati kepada Kader PDI Perjuangan di Flores

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T05:40:48Z


Manggarai, NTT— Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpesan kepada kader dan jajaran partai di Flores agar tetap kuat dan terus mendampingi masyarakat yang terdampak gempa.


Pesan itu disampaikan Megawati kepada jajaran partai setelah menerima laporan tentang kondisi masyarakat Flores pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.


Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa mengatakan, perhatian Megawati kepada masyarakat terdampak bencana menjadi penyemangat bagi kader dan jajaran partai untuk terus bergerak di tengah masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Yunus kepada media ini melalui wawancara lewat telepon WhatsApp pada Jumat (4/9).


Menurut Yunus, Megawati meminta kader dan jajaran partai di daerah tetap kuat dan terus mendampingi masyarakat Flores yang terdampak gempa.


“Beliau menguatkan kami semua, terutama kader-kader di Flores, agar tetap kuat. Beliau berpesan kepada kami di daerah bahwa dalam perjuangan ini, kita tidak boleh meninggalkan saudara dan sahabat kita di Flores yang terdampak bencana,” ujar Yunus.


Yunus mengatakan, pesan itu disampaikan Megawati setelah menerima laporan tentang kondisi masyarakat di wilayah terdampak.


Menurut Yunus, Megawati sangat memperhatikan penderitaan masyarakat Flores. Bahkan, kata dia, Megawati sampai menitikkan air mata ketika mendengar laporan tentang kondisi warga akibat gempa.


Pesan itu kemudian diwujudkan jajaran PDI Perjuangan dalam gerakan kemanusiaan yang dilakukan sejak hari pertama bencana.


Sejak gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, jajaran PDI Perjuangan bersama tim kemanusiaan langsung bergerak ke sejumlah wilayah terdampak.


Pada sore hari setelah gempa, saat masyarakat masih panik, tim membuka posko dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.


Sehari kemudian, 16 Agustus, tim medis mulai menyisir wilayah terdampak untuk memeriksa dan mengobati masyarakat yang membutuhkan.


Yunus menjelaskan, sebelum Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati bersandar di Reo, tim medis sudah lebih dulu bergerak lewat jalur darat.


Pelayanan kesehatan itu telah menjangkau lima kabupaten, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.


“Tim kesehatan sudah diterjunkan sejak hari pertama setelah gempa. Gempa terjadi pada 15 Agustus, kemudian pada 16 Agustus kami bersama-sama mulai menyisir lokasi terdampak,” ujar Yunus.


Laksamana Malahayati Bersandar di Reo


Setelah pelayanan dilakukan lewat jalur darat, Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati tiba dan bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (4/9) sekitar pukul 04.00 WITA.


Penyandaran kapal diawali dengan seremoni adat Manggarai sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan atas kedatangan kapal yang membawa misi kemanusiaan tersebut.


Setelah prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan agenda internal partai dan persiapan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak gempa.


Dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, sudah lebih dulu tiba di Manggarai untuk mengikuti rangkaian agenda pelayanan kemanusiaan.


Kehadiran Dr. Ribka menjadi bagian dari dukungan jajaran DPP PDI Perjuangan terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.


Turut hadir Siti Rahayu selaku Sekretaris Jenderal Bidang Gerakan bersama sejumlah pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai.


Lima Kabupaten Telah Disambangi Tim Medis


Menurut Yunus, pelayanan kesehatan tidak menunggu kapal bersandar.


Tim medis sudah lebih dulu turun ke darat dan bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memberikan pelayanan kesehatan di Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.


Kini, setelah kapal tiba di Reo, pelayanan kesehatan akan kembali diperkuat di Kabupaten Manggarai.


Dalam dua hari berikutnya, tim dijadwalkan melanjutkan pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Manggarai Timur.


Yunus menyebut kedua wilayah tersebut masih menjadi perhatian karena termasuk daerah yang cukup parah terdampak gempa Flores.


Kapal Laksamana Malahayati juga membawa berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, dan perlengkapan kesehatan.


Selain itu, kapal tersebut membawa bantuan logistik berupa tenda yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah yang rusak dan kesulitan menjalankan kegiatan belajar mengajar


Yunus mengaku sampai sekarang masih berada di wilayah bencana dan belum kembali ke Kupang.


Sejak hari pertama gempa, ia bersama jajaran terus berkoordinasi, membuka posko, menyalurkan bantuan, dan mendampingi masyarakat terdampak.


Ia sempat kembali ke Kupang dan Surabaya untuk menyampaikan perkembangan kondisi lapangan kepada pimpinan sebelum kembali ke wilayah bencana.


Menurut Yunus, proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.


Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, kata dia, gerakan kemanusiaan harus terus berjalan.


Pesan Megawati kepada kader dan jajaran PDI Perjuangan di Flores kemudian menjadi pegangan moral bagi gerakan tersebut.


Pesan itu diwujudkan dalam aksi nyata sejak hari pertama gempa, mulai dari pembukaan posko, penyaluran sembako, pelayanan kesehatan, hingga kedatangan Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati di Reo.


Bagi Yunus, seluruh rangkaian itu merupakan bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat Flores tidak menghadapi bencana sendirian.


Pesan Megawati, sebagaimana disampaikan Yunus, adalah agar kader dan jajaran partai tetap kuat serta tidak meninggalkan saudara dan masyarakat di Flores yang terdampak gempa.


Dari Reo, misi kemanusiaan itu kembali dilanjutkan.


Tim medis siap memberikan pelayanan kesehatan, sementara bantuan logistik diarahkan kepada masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascagempa.

✒️: Albert Cakramento