Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Minyak Tanah Langka di Naikoten 1, Warga Keluhkan Jatah Tak Mencukupi

Senin, 28 September 2026 | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T05:47:43Z

 



Kota Kupang, NTT— Kelangkaan minyak tanah kembali menjadi keluhan warga. Masyarakat di RT 12, Kelurahan Naikoten 1, harus menghadapi keterbatasan pasokan yang membuat kebutuhan minyak tanah sehari-hari belum sepenuhnya terpenuhi.


Kondisi ini terungkap saat dilakukan pemantauan terhadap penyaluran minyak tanah di wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi agar pasokan minyak tanah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.


Lurah Naikoten 1, Constantinus Y. Mbana, SH, mengatakan persoalan utama yang perlu dilakukan adalah pendataan warga penerima minyak tanah.


Menurutnya, data warga menjadi penting untuk mengetahui kebutuhan sebenarnya di lapangan. Dengan adanya data tersebut, pemerintah dapat memiliki dasar untuk berkoordinasi dengan dinas terkait dan agen minyak tanah apabila pasokan yang diterima pangkalan tidak mencukupi.


“Warga yang mengambil minyak harus didata dan dicatat. Kalau berkurang, kita bisa konfirmasi dengan dinas dan agen untuk meminta penambahan pasokan,” demikian disampaikan dalam pemantauan tersebut. Senin, (28/9/2026) 


Sementara itu, pemilik pangkalan minyak tanah, Christofel Lafu, menjelaskan bahwa pasokan yang diterima pangkalan masih terbatas.


Dalam kondisi tertentu, pangkalan dapat menerima sekitar dua drum minyak tanah. Jika satu drum berisi sekitar 200 liter, maka dua drum setara dengan sekitar 400 liter. Namun, jumlah pasokan yang diterima tidak selalu sama pada setiap periode distribusi.


Keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat. Pembagian minyak tanah belum mencukupi kebutuhan warga, sehingga diperlukan penambahan pasokan agar masyarakat dapat memperoleh minyak sesuai kebutuhannya.


Persoalan ini menjadi perhatian karena minyak tanah masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sebagian masyarakat dalam menjalankan aktivitas rumah tangga sehari-hari.


Pemerintah kelurahan berharap persoalan tersebut dapat segera dicarikan jalan keluar melalui koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan pihak agen minyak tanah.


Penambahan kuota diharapkan dapat dilakukan berdasarkan data kebutuhan warga. Dengan demikian, jumlah minyak yang disalurkan ke pangkalan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.


Warga pun berharap jangan sampai keterbatasan pasokan terus berulang. Mereka menginginkan adanya kepastian distribusi sehingga kebutuhan minyak tanah rumah tangga dapat terpenuhi secara merata.


Kini, pendataan warga dan penambahan pasokan menjadi langkah yang diharapkan dapat segera dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat di RT 12 Naikoten 1.

✒️: Eh