Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

PHRI Rangkul Anggota KKMP Waioti, Sembako Disalurkan

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T01:42:17Z

 



Maumere, NTT, 9 September2026 — Bencana gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum. Lebih dari itu, bencana juga meninggalkan cerita panjang tentang warga yang harus bertahan, kehilangan kenyamanan, bahkan terpaksa meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.


Di tengah proses pemulihan tersebut, kepedulian terhadap warga terdampak terus dibutuhkan. Salah satunya dirasakan oleh sejumlah anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Waioti, yang turut menjadi bagian dari masyarakat terdampak gempa.


Perhatian tersebut datang dari Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sikka bersama BPD PHRI NTT, melalui penyaluran bantuan sembako kepada sejumlah anggota KKMP Waioti.


Bantuan ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus kepedulian terhadap warga yang masih berusaha menata kembali kehidupan setelah bencana.


Anggota KKMP Waioti Tak Luput dari Perhatian
Sejumlah anggota KKMP Waioti yang terdampak gempa mendapatkan bantuan kebutuhan pokok. Di antara mereka terdapat warga lanjut usia atau lansia, yang dalam situasi pascabencana membutuhkan perhatian lebih.


Sebagian penerima bantuan juga merupakan warga yang sebelumnya menjadi eks pengungsi di Lapangan Futsal, depan Gereja Waioti.


Lapangan tersebut sempat menjadi salah satu tempat warga mencari perlindungan setelah gempa. Dalam situasi penuh ketidakpastian, warga harus meninggalkan rumah dan bertahan di lokasi pengungsian bersama keluarga.


Kini, meski sebagian warga telah kembali menjalani aktivitas, bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Kebutuhan sehari-hari tetap menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi, terutama bagi keluarga yang terdampak secara langsung.


Karena itu, bantuan sembako yang disalurkan PHRI memiliki arti penting bagi penerimanya.


Bantuan tersebut memang tidak dapat menghapus seluruh dampak bencana.


Namun, setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga sekaligus memberikan rasa bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.


Dari Kepedulian Menjadi Solidaritas
Kepedulian PHRI terhadap anggota KKMP Waioti merupakan bagian dari gerakan sosial yang dilakukan BPC PHRI Sikka bersama BPD PHRI NTT dalam membantu masyarakat terdampak gempa.


Secara keseluruhan, penyaluran bantuan sembako tersebut telah menjangkau kurang lebih 66 titik.


Jangkauan puluhan titik tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya dilakukan secara simbolis.


Bantuan diupayakan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan di berbagai lokasi.


Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, bersama Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Liyanto, turut menjadi bagian dari gerakan kepedulian tersebut.


Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya peran berbagai elemen dalam proses pemulihan pascabencana.


Pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membantu warga melewati masa sulit.


Bagi sebagian orang, satu paket sembako mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit setelah bencana, bantuan kebutuhan pokok dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Terlebih bagi lansia dan warga yang pernah menjalani masa pengungsian. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan moral.


Kehadiran PHRI di tengah anggota KKMP Waioti menjadi pesan bahwa proses pemulihan korban gempa tidak boleh berhenti hanya karena situasi darurat telah berlalu.


Justru ketika perhatian publik mulai berkurang dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, masih ada warga yang membutuhkan uluran tangan.


Gempa memang tidak lagi mengguncang seperti pada saat bencana terjadi. Namun, bagi masyarakat terdampak, perjuangan belum selesai.


Ada keluarga yang masih memperbaiki rumah. Ada warga yang masih menyimpan rasa takut ketika merasakan getaran. Ada pula lansia dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjalani hari-hari setelah bencana.


Para anggota KKMP Waioti yang pernah menjadi eks pengungsi juga memiliki cerita dan pengalaman masing-masing.


Mereka pernah merasakan bagaimana rasanya meninggalkan rumah, tidur di tempat pengungsian, berbagi ruang dengan warga lainnya, serta menghadapi ketidakpastian setelah bencana.


Kini, ketika kehidupan perlahan kembali berjalan, bantuan dan kepedulian menjadi salah satu energi untuk membantu mereka bangkit.


Melalui bantuan tersebut, PHRI Sikka dan PHRI NTT tidak hanya menyalurkan sembako. Lebih jauh, aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang melewati masa sulit.


Kurang lebih 66 titik telah dijangkau. Dan di Waioti, perhatian itu secara khusus menyentuh anggota KKMP yang terdampak gempa, termasuk lansia dan eks pengungsi di Lapangan Futsal depan Gereja Waioti.


Bantuan itu membawa pesan sederhana: masyarakat terdampak tidak boleh merasa sendirian.


Sebab pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah yang rusak.


Pemulihan juga tentang mengembalikan rasa aman, membangun kembali kepercayaan diri, dan memastikan warga memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.


Gempa boleh berhenti mengguncang bumi Flores, tetapi kepedulian harus terus bergerak.


Dan dari Waioti, bantuan PHRI menjadi salah satu bukti bahwa solidaritas masih hidup—hadir dari satu tangan ke tangan lain, dari satu keluarga ke keluarga lainnya, untuk membantu masyarakat terdampak kembali berdiri dan menatap hari esok.

✒️: Albert Cakramento