Maumere, NTT, 5 September 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa 15 Agustus 2026 terus berlanjut.
Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sikka bersama UMKM AKUSIKKA kembali bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah.
Gerakan tersebut dilakukan dengan menyasar warga di berbagai titik yang terdampak bencana. Hingga kini, bantuan telah menjangkau 22 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka.
Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, bersama Ketua UMKM AKUSIKKA, Sherly Irawati Soesilo, turut mendorong kolaborasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascagempa.
Wilayah yang telah dijangkau antara lain Alok Barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Waioti, Wolomarang hingga Magepanda, serta sejumlah kawasan lainnya.
Yang menarik, keterlibatan UMKM AKUSIKKA dalam kegiatan tersebut datang dari kelompok pelaku usaha yang juga ikut merasakan dampak gempa 15 Agustus 2026.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk ikut membantu masyarakat.
Sebaliknya, UMKM AKUSIKKA tetap mengambil bagian bersama PHRI Sikka dalam mendistribusikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga partisipasi organisasi, pelaku usaha dan berbagai elemen masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke sejumlah wilayah agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu penyaluran terbaru dilakukan di Desa Magepanda. Bantuan juga menyentuh masyarakat di Kota Uneng, Waioti, Wolomarang dan sejumlah wilayah lainnya.
Dengan telah dijangkaunya 22 titik, PHRI Sikka dan UMKM AKUSIKKA berupaya memperluas jangkauan bantuan sehingga tidak hanya terpusat pada satu wilayah.
Bagi masyarakat terdampak, kehadiran dan perhatian menjadi bagian penting dalam membangun kembali semangat setelah bencana.
Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak gempa.
Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian. Mudah-mudahan apa yang kami berikan dapat membantu meringankan kebutuhan warga dan memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan UMKM AKUSIKKA menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua UMKM AKUSIKKA, Sherly Irawati Soesilo, melalui keterlibatan kelompok pelaku usaha yang dipimpinnya menunjukkan bahwa kondisi sebagai pihak yang ikut terdampak bencana tidak menghilangkan kepedulian terhadap sesama.
UMKM AKUSIKKA tetap mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah proses pemulihan.
Kolaborasi dengan PHRI Sikka sekaligus memperlihatkan adanya semangat gotong royong antara dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Gempa 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi kehidupan masyarakat dan pelaku usaha.
Namun, proses pemulihan terus berjalan. Bantuan dari berbagai pihak menjadi salah satu bentuk dukungan bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat dukungan dari jajaran PHRI, termasuk Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Lianto, yang turut mendorong kepedulian dan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores, khususnya Kabupaten Sikka.
PHRI Sikka dan UMKM AKUSIKKA memilih untuk terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Sebanyak 22 titik telah dijangkau. Bukan sekadar angka, tetapi 22 titik yang menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat untuk bangkit setelah bencana.
