Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Plafon Jebol, Listrik Terganggu: PHRI Peduli Anggota Terdampak Gempa

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T04:00:04Z

 



Maumere, NTT, 6 September 2026Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga berdampak terhadap tempat usaha masyarakat.


Salah satunya dialami Dyah Unteana Prasetyaningsih, S.E., pemilik Warung Makan Restoran Kafetaria 102 yang berlokasi di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur.
Dyah merupakan anggota penuh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dengan Sertifikat Tanda Anggota (STA) Nomor 22.16.02.61290.


Akibat gempa, bangunan Kafetaria 102 mengalami sejumlah kerusakan. Bagian dinding mengalami retak, sementara plafon warung mengalami kerusakan hingga jebol.


Kerusakan tersebut juga berdampak pada instalasi listrik yang mengalami gangguan. Kondisi ini membuat aktivitas usaha ikut terganggu.


Pasca gempa 15 Agustus 2026, Dyah memilih untuk mengungsi secara mandiri ke tempat yang dinilai lebih aman.


Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi karena kondisi bangunan tempat usahanya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.


Bagi Dyah, keselamatan menjadi prioritas utama. Untuk sementara waktu, ia harus meninggalkan tempat usahanya dan memilih berada di lokasi yang lebih aman sambil tetap berupaya memikirkan keberlangsungan usahanya.


Kerusakan bangunan dan gangguan listrik menjadi tantangan tersendiri bagi Dyah untuk kembali menjalankan aktivitas usaha seperti sebelum gempa.


Namun, di tengah kondisi tersebut, ia tetap berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.


Kondisi yang dialami Dyah mendapat perhatian dari BPC PHRI Sikka.


Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota PHRI yang turut menjadi korban bencana.


Menurutnya, ketika anggota mengalami musibah, organisasi harus hadir memberikan dukungan.


“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada anggota yang terdampak gempa. Mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban dan memberikan semangat untuk kembali bangkit,” ujarnya.


Sementara itu, Dyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan PHRI.


Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti di tengah kondisi tempat usaha yang mengalami kerusakan akibat gempa.


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PHRI yang sudah peduli dan membantu kami sebagai korban gempa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Dyah.


Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Liyanto, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan para korban gempa Flores.


“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hansel Liyanto selaku Ketua BPD PHRI NTT yang sudah peduli terhadap para korban gempa Flores. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi kami yang sedang berusaha bangkit kembali,” ungkapnya.


Bagi pelaku usaha yang terdampak bencana, kerusakan tempat usaha bukan sekadar persoalan bangunan.


Plafon yang jebol, dinding yang retak hingga gangguan instalasi listrik dapat menghambat aktivitas usaha yang menjadi sumber penghasilan.


Dalam kondisi seperti ini, perhatian dan dukungan dari organisasi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.


Kafetaria 102 menjadi salah satu gambaran perjuangan pelaku usaha untuk kembali berdiri setelah dihantam gempa.


Dyah memilih menyelamatkan diri dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara tempat usahanya harus menghadapi kerusakan akibat bencana.


Bangunan boleh retak, plafon boleh jebol, usaha boleh terganggu. Namun semangat untuk bangkit tidak boleh ikut runtuh.


Bagi Dyah, bantuan dan perhatian PHRI Sikka serta kepedulian BPD PHRI NTT menjadi penguat bahwa korban gempa, termasuk pelaku usaha, tidak berjuang sendirian menghadapi masa pemulihan.


Kini, harapan Dyah sederhana: keselamatan tetap terjaga, tempat usahanya dapat diperbaiki, dan Kafetaria 102 bisa kembali beraktivitas setelah kondisi benar-benar aman.

✒️: Albert Cakramento